7/04/2017

Reschedule Voucher

Ini cerita seorang ibu sederhana tidak punya time management yang baik. Bulan Maret ia mendapat voucher senilai Rp  200.000 karena ia berpartisipasi aktif ngetwit dalam sebuah acara brand e commerce terkenal.

Ia sudah menulis dan berusaha mengingat tanggal 30 juni  2017 batas penggunaan voucher. Apa daya waktu 3 bulan tidak membuat ia bersegera mengambil kesempatan belanja.

Ia berpikir nanti bila ada waktu luang akan belanja. Rupanya urusan pekerjaan rumah, anak-anak, lebih banyak menyita pikiran dan tenaga. Hingga 1 Juli, ia baru ingat.

Pagi-pagi ia chat dengan CS e commerce tersebut. Ibu tersebut tahu ia salah, tetapi apa salahnya mencoba karena baru lewat satu hari. Ternyata oh ternyata hadiah voucher tersebut tidak bisa reschedule. Untung saja, sang ibu ingat rejeki sudah diatur Allah. Meski sudah depan mata lewat begitu saja. Ia yakin suatu akan dapat rejeki beratus kali lipat dari nilai voucher tersebut. Dengan catatan lebih rajin berkarya, tidak baper dengan hal-hal seperti ini. Meski terlewat untuk memiliki produk Indonesia yang ternyata beragam dari pakaian hingga kriya. Tidak salah brand tersebut punya tagline mall online terbesar. Iya mobil juga ada.

Kembali ke laptop. Ini masalah mengganti batas waktu voucher gagal. Ibu tersebut legowo, karena ini masalah dunia. Bagaimana dengan perjanjian kita dengan Allah. Umur tidak bisa reschedule. Padahal Allah Maha Pemberi, sudah banyak memberi vouher, bonus, hadiah, sering diabaikan saja, sibuk dengan yang lain.

Kejadian tersebut di atas membuat sang Ibu introspeksi diri. Apakah sudah maksmal mengingatkan diri, suatu saat voucher untuk hidup di fana ini, tidak bisa digunakan. Kecuali 3 perkara, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat,  anak yang sholeh mendoakan kita.  



1 comment:

  1. Segala sesuatu jika ketika jalani dengan sabar dan tawakkal akan membuat hidup menjadi lebih tenag dan bahagia

    ReplyDelete