7/05/2017

Mengapa Harus Menonton Film Insya Allah, Sah!



Belum menonton film Insya Allah, Sah? Masih mikir-mikir? Simak hal-hal berikut kenapa kamu harus menonton film drama komedi ini. Tidak sendiri melainkan ajak keluarga juga. Bagi yang akan melamar menonton  bersama calon mertua pasti boleh banget. Supaya tambah mengerti hiruk pikuknya akan menikah.  Kalau calon belum belum melamar-lamar ajak saja tonton, Insya Allah dapat wangsit. Tetiba pengen. Menurut saya cerita lamar melamar hanya bungkus saja. Masih banyak hal lain mengapa harus nonton film mulai tayang lebaran 25 Juni 2017.  




Banyak pesan  religi

Masih terasa rendang, ketupat sayur, soto banjar atau semua jenis makanan lebaran masing daerah-daerah.  Makanan yang disiapkan para emak ini memang enak disantap . Begitu pula film berdurasi 1 jam 23 menit  ini meski sarat pesan agama karena dikemas dengan ringan oleh sutradara Benni Setiawan. Enak untuk disantap jiwa.

BJ Habibie dalam kesempatan gala premire mengajak masyarakat indonesia untuk   rame-rame menonton.  Banyak nilai agama dan nilai  budaya. Film ini hadir dalam era globasisasi, tepat sekali untuk meningkatkan ketahanan budaya. Sumbangan nyata dari MD picture beserta pendukungnya. Pendekatan dengan cara   komedi menjadikan film besutan ini tidak sedang menonton film religi, tetapi pure komedi.

Untuk film Insya Allah, Sah! Ada pesan yang sempat saya catat, dari mulut Raka tokoh utama, ketika terjebak di lift. Berdoalah padaKu niscaya akan Kuperkenankan doamu (al Ghofir 40:60). Tidak semua doa  cepat dikabulkan. karena Allah ingin mendengar suara kita memohon. Tidak jarang selama di dunia doa tak kunjung di jawab. Percaya Allah Maha Mendengar, bisa dijawab saat di akhirat.

Film Indonesia

Tontonlah film Indonesia segera sebab bangku penuh membuat film tersebut bertahan di bioskop. Kalau bukan kita siapa lagi yang mendorong film Indonesia.

Pas saya bertanya terhadap calon menonton, lebih memilih film dari luar, karena sepupunya suka sedang film Indonesia bisanya di download saja. Untuk film Barat lebih lama di download. Kata saya sedih tidak kalau uang kita sebagian untuk film luar.  Sedih sih katanya, tetapi bagaimana lagi.

Keluarga saya yang terpaksa harus datang dua kali ke theater XX1 karena tanggal 29 Juni, ia tidak memperoleh tiket. Tanggal 30 Juni baru berhasil mendpatkan tiket. Ia sering menonton film dari luar. Jarang menonton film Indonesia. Sebagai penikmat film dan mengamati tingkah penonton kota sungai, ia terkaget-kaget ketika masyarakat Banjarmasin menyerbu film Indonesia.

Lucu

Film diproduseri Manoj Punjabi, dari awal tak henti membuat tersenyum dan tertawa, pertama karena aktornya  Pandji Pragiwicaksono,  Richard kyle sukses mengocok perut. Juga Aktris berpengalamanan Titi Kamal dengan karakter yang mudah marah tetap saja membuat pipi capek karena geli. Film ini kocak habis diamini oleh Prilli. Ngakak pokoknya. Sutradara membiarkan pemain untuk berimprovisasi.

Keponakan saya yang tadinya wegah-wegahan menonton setelah menonton sepakat berkata film ini memang berhasil membuat ia terpingkal-pingkal.
Dalam kesempatan lain saya menanyakan pada calon penonton  Insya Allah, Sah! yang bernama Akbar di studio XXI Duta Mall Banjarmasin. Ia memilih menonton film ini karena lucu. Biasanya ia memilih film komedi atau horor.  

Pemeran utama

Keponakan laki-laki saya, berkomentar sebelum menonton, ia mau menonton film ini karena ada Pandji. Biasa melihat tokoh ini ber-stand up comedy. Memang akting Pandji dalam film patut dapat pujian karena totalitasnya. Pandji melakukakan reset untuk membentuk karakter Raka. Ia konsultasi dengan Aa Gym, karena penokohan Raka dibentuk menjadi tokoh yang agamis. Canda Pandji, ia mengadaptasi tahi lalat Rano Karno dan Megawati Soekarno Putri.  Soleh sodikun, Aa Gym dan Pidi Baiq.

Kostum batik Raka yang khas. Karakter yang mencirikan cinta produk Indonesia. Tatanan rambut ala Beatles, shaggy, digunakan dalam penokohan Raka, untuk mengentalkan kesan jadul. 

Sebelumnya saya memandang sebelah mata dengan presenter Kena Deh tetapi pas membaca buku DreamCatchernya Alanda Kariza, Raka eh Pandji mah berbobot. Bukan fisik ya. Maaf untuk teman berpenampilan pembesar. Ingat pintu surga tidak mengenal ukuran tubuh tetapi hati.

Titi kamal berperan sebagai Sylvi, kalau aktris ini jangan ditanya aktingnya, baru pegang handphone saja kemudian take sedih langsung bisa menangis. Sambil berseloroh Pandji dalam acara meet and great,   karena artis juga menyanyi soundtrack Insya Allah, Sah!, terlalu banyak beban hidupnya. Hmmm.

Akting Richard Kyle juga perlu diperhitungkan untuk dilihat. Aktor berdarah Indonesia Inggris dan berkewarganegaraan Australia  ini sering dilihat dalam sebuah iklan pembersih wajah. Badannya yang atletis dan berperut six pack membuat ia laris dalam iklan. Untuk penonton Indonesia tentu bukan fisik yang akan dilihat tetapi bagaimana ia melakonkan tokoh Dion.


Banyak cameo yang keren 

Selain tokoh utama juga hadir pemeran pembantu Donita, Tanta Ginting, Ira Maya Sopha ada cameo 33 orang yang mewarnai alur film.  Prilly Latucosina, Reza Rahadian, dedy Mizwar, Lidya Kandau. Fitri Tropica, Bayu Skak, Gary Iskak. Mereka hadir  dalam porsi pas dan membantu film tambah greget. 


Jalan cerita

Alur cerita terasa cepat. Menggiring penonton untuk hanyut dalam permasalahan. Benni Setiawan  juga penulis naskah, berpengalaman dalam mengolah film. Terbukti pernah meraih piala FFI tahun 2010 sebagai sutradara terbaik. 

Saya, saking fokus pada layar besar di Megaria Cikini, tidak merasa  Wawa Raji   hadir sejajar dengan saya. Padahal sosoknya lumayan saya kenal. Jalan cerita didukung oleh soundtrack 

Cerita diadaptasi dari novel Best Seller Achi TM

Film dengan judul yang sama dengan novel Insya Allah, Sah! Sudah saya baca separohnya. Memang tidak semua diambil dari novel hanya sebagian saja. Tokoh-tokohnya pun tidak semua.  Namun ruh novel sama. Sebuah nazar sebaiknya dijalankan. Niat baik harus diimplementasikan. Menurut saya jangan bandingankan novel dan film. Karena cara menikmatinya berbeda. 


Animo Penonton

Saya menonton di Megaria saat screening film tanggal 5 Juni 2017. Pas saya pulang ke Kalimantan Selatan sengaja datang ke twenty one di Duta Mall. Ingin tahu tanggapan masyarakat Kal-Sel terhadap film ini.

Film sudah di putar di bioskop 4 hari ketika saya mengambil foto antrean tiket. Saya tidak sempat bertanya pada bagian penjualan tiket. Karena saking sibuknya. Berani mengganggu bakal diteriaki orang. Maka bertanya pada petugas makanan yang sedang free. Kursi studio  beragam jumlahnya, Ada yang berisi 200 kursi di kali 5 pemutaran,  asumsi 80 % saja berarti sekitar 800 orang menonton. Studio 3 tempat pemutaran film tanggal 29 Juni berjumlah 146 kursi. Per 4 Juli 2017 di layar 1, jumlah kursi 259. Ada grafik yang menaik. Di Banjarmasin harga tiket hari bisa 45 ribu, Jum’at Rp 50.000, hari libur dan weekend 60 ribu. Hampir dua kali lipat harga tiket Jakarta.

Untuk menonton film ini perlu perjuangan, dalam suasana lebaran keluarga saya sulit membeli tiket. Padahal sudah memesan sama orang untuk membeli tiket.
Di sisi lain, film religius kadang tidak menjadi pilihan karena mereka memilih film horor dan film robot dari luar. Berarti benar kata pak Habibi, perlu ditanamkan nilai budaya dan cinta produk Indonesia. Terutama mendukung film Indonesia.

Sedang untuk film bertema agama sangat  perlu karena nilai-nilai lewat hiburan juga mudah masuk pesan-pesan moralnya.


Ada penonton memilih tontonan karena bagus atau sudah banyak yang nonton alias latah. Tidak berdasarkan muatan film tersebut. Saya teringat kata-kata Asma Nadia beberapa tahun lalu, tontonlah film bagus produk Indonesia agar perfilman Indonesia tambah maju. 

Bila penilaian dalam skala 5  bintang, saya memberi 4 bintang untuk film untuk usia 13 tahun ke atas ini. Sebab kesempurnaan hanya milik Allah.

Sumber tulisan

http://www.bintang.com/celeb/read/2993588/5-tokoh-yang-menginspirasi-pandji-pragiwaksono-di-insya-allah-sah

https://youtu.be/YUHqsE8CkBE

5 comments:

  1. hahaha, saya sampe sekarang masih kebayang lucunya film ini mbak, memang sosok seperti Raka sangat dibutuhkan untuk dakwah islam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cara menyampaikan kebaikan agar sampai pada mad'u berbagai cara.

      Delete
  2. Therefore, people need more day online.

    ReplyDelete
  3. Wah jadi makin penasaran, belum pernah nonton film insya Allah sah...

    ReplyDelete