8/11/2016

Aplikasi Prima Versi Orang Tua

Aplikasi ini gratis
Aplikasi Prima adalah aplikasi yang dibuat oleh IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) untuk mendukung kesehatan anak. Seperti Kartu Menuju Sehat tetapi ini versi digitalnya dan lebih banyak tambahannya. Dalam aplikasi ini ada dua pilihan untuk dokter dan orang tua sebagai pengguna umum, tentu saja orang tua dalam makna luas. Boleh saja nenek kakek yang perhatian terhadap tumbuh kembang dan  kesehatan cucu. Atau tante yang sayang dengan keponakan. Terlebih yang punya banyak anak seperti di Panti Asuhan.   

Awalnya  aplikasi ini diperuntukan untuk professional. Pertama kali diluncurkan tanggal 2 November 2015, pada  acara Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Dokter Anak Indonesia di Surabaya.  Untuk versi orang tua tanggal 23 Juli di Gedung Kiara PDIA RSCM jalan Diponegoro 71. Dokter umum dan paramedis yang  lain untuk sementara  menggunakan pilihan orang tua.


Acara peluncuran Prima versi orang tua

Saya berkesempatan hadir dalam acara tanggal 23 Juli 2016. Baru tahu kalau RSCM  mudah dicapai dengan menggunakan komuter yaitu turun di  Stasiun Cikini.  Jalan kaki sekitar 12 menit dan 3 menit menggunakan ojek. Begitu saya baca di Google Map saya. Saya memilih naik ojek,  padahal menyusuri jalan ke RSCM tentu sehat.  Kalau badan sehat kan lebih mudah mau melakukan apapun.

Kegiatan yang bertepatan dengan  Hari Anak Nasional dihadiri oleh anggota IDAI, undangan, blogger dan media. Launching dikemas dengan seminar IDAI dengan tema Seribu Hari Pertama Kehidupan Optimal, Masa Depan Anak Indonesia Cemerlang. Acara ini di buka dengan lagu Indonesia Raya. Mars IDAI selanjutnya peluncuran aplikasi PRIMA oleh.  DR. Dr. Aman Pulungan, Sp.A (K).

Masa pertumbuhan dan perkembangan anak paling pesat pada seribu hari pertama. Dari terjadinya pembuahan hingga umur 2 tahun. Pada usia itu anak akan mencapai setengah dari tinggi badannya akhirnya. Misalnya saat itu 85 cm maka saat terakhir ia berhenti meninggi kira-kira 170 cm. Saya lihat tabel anak saya yang pertama saat 2 tahun dan saya bandingkan saat sekarang ia sudah 17 tahun (tentu masih bisa tambah tinggi) kira-kira tingginya sama yang saya sebutkan di atas. Bukan itu saja volume otak sudah mencapai 80 % volume otak dewasa.

Beliau sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat menjadi pembicara pertama sekaligus memberi sambutan dalam acara ini. Dalam sambutan Beliau menyatakan keprihatinan dan empati terhadap peristiwa temuan vaksin kemaren. Lebih lanjut beliau mengajak untuk lebih menata ke depan. Live must go on.  Kesehatan bangsa khususnya kesehatan anak adalah tanggung jawab semua. Khususnya anak Indoensia. Salah satu implementasi perhatian terhadap kesehatan anak adalah aplikasi Prima. Awalnya untuk dokter, target manfaatnya hanya sedikit, kalau untuk seluruh rakyat Indonesia maka lebih berdaya guna. Ada efficiency apps.
Dari kiri: Dr. Antonius Pudjiadi, Sp.A (K), Dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A (K), DR. Dr. Aman Pulungan, Sp.A (K)
Selama ini baru ada aplikasi yang memuat dosis obat, vaksin apa saja, jadwal imunisasi. Pemeriksaan tertentu misalnya diabetes sedang pemantau anak khusus tidak ada. Juga belum ada aplikasi medical chek up khusus anak. Biasanya hanya salah satu tergantung pada masalah yang ada. Dengan pemantau tumbuh kembang dan pemeriksaan paripurna. Hanya dalam satu aplikasi Prima bisa banyak yang dilakukan. Dari aspek Learnbility aplikasi ini mudah di gunakan oleh semua lapisan dari dokter hingga orang tua.

Aplikasi menyeluruh ini  pertama di dunia. Pak Aman butuh media dan blogger untuk memberi input agar kedepannya aplikasi lebih sempurna dan lebih bermanfaat. Mengingat jumlah anak Indonesia ada 90 juta dan tiap tahun ada anak 3 juta yang lahir. Dimulai sejak konsepsi hingga berusia 2 tahun sangat penting diperhatikan. Partnership dengan bloger, media, beberapa company dan stakeholder adalah langkah tepat dalam mengatasi masalah pada masa itu.

Pada saat 1000 Hari Pertama Kelahiran ada berbagai gangguan yang dapat menghambat tumbuh kembang :
  1. Prematuritas
  2. Malnutrisi
  3. Cedera
  4. Lingkungan
  5. Gangguan hormonal
  6. Kelainan kongenital (kelainan yang sudah ada sejak lahir yang disebabkan oleh faktor genetik maupun non genetik).
  7. Infeksi.

Sustainable Development Goals Zero Hunger
Masalah tersebut di atas  terkait dengan SDGs atau tujuan pembangunan berkelanjutan. SDGs  adalah lanjutan dari Millenium Development Goals. MDGs berakhir tahun 2015.  Komentar pak Aman tentang Zero Hunger, agak lucu jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia yaitu nol kelaparan.

Target pada tahun 2030, Zero Hunger atau pengentasan/peniadaan kelaparan:
  • Mengakhiri kelaparan dan menjamin akses pangan yang aman, bergizi, dan mencukupi bagi semua orang, khususnya masyarakat miskin dan rentan termasuk bayi, sepanjang tahun.
  • Mengakhir segala bentuk malnutrisi termasuk mencapai target internasional 2025 untuk penurunan stunting, wasting pada balita dan mengatasi kebutuhan gizi remaja perempuan, wanita hamil, dan menyusui, serta lansia.
Tidak bisa ahli gizi saja yang dibebani tugas ini, seluruh masyarakat harus ikut agar  goal tercapai.

Sustainable Development Goals- Good Health dan Well Being

  • Pada 2030 mengurangi  kematian bayi dan balita, yang dapat dicegah oleh seluruh negara. Caranya  menurunkan angka kematian neonatal setidaknya  hingga 12 per 1000 kelahiran dan angka kematian balita 25 per 1000 kelahiran hidup.
  • Pada 2030 mengurangi sepertiga kematian prematur akibat penyakit tidak menular melalui pencegahan dan perawatan, serta mendorong kesehatan dan kesejahteraan mental.

Jangan tunggu sampai  terlambat.  Riset Kesehatan Dasar (Riskerdas) tahun 2013 melaporkan stunting sebesar 37,2 %, gizi kurang dan buruk 19,6%. Berbagai  kepustakaan dilaporkan 10-15% anak mengalami keterlambatan perkembangan.  Hal ini harus bisa dideteksi sedini mungkin.  Berkat pemantauan tumbuh kembang yang baik dan screening, mudah-mudahan masalah yang ada bisa ditangani dan bisa diintervensi sedini mungkin.

Bagaimana masa depan generasi Indonesia?  Pada tahun 2015 imunisasi di Indonesia sudah 92,5%. Sebuah prestasi. Harapan IDAI, blogger  dan media ikut serta dalam membantu masalah kesehatan bayi di Indonesia adalah paling tidak menginformasikan kepada masyarakat luas tentang aplikasi Prima  Sehingga mereka bisa mengenal dan dapat mendapatkan manfaatnya sebanyak mungkin. IDAI mengharapkan input untuk perbaikan dan pengembangan aplikasi karena blogger dan media merupakan bagian dari  social  control.

Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI 2014 perkiraan jumlah penduduk Indonesia berusia 0-19 tahun sebanyak 94.953.154 jiwa sementara dokter spesialis anak berjumlah 3707 orang. Melihat angka ini orang tua dapat berperan dalam memantau tumbuh kembang anak secara berkala dan berkelanjutan.  IDAI mengajak orang dalam memantau 3 faktor penting penentu optimalisasi tumbuh kembang anak. Memantau dengan cara mandiri.

  1. Pantau pertumbuhan fisik anak  (fitur  Grafik  Pertumbuhan WHO dan CDC- Centers for Disease Control and Prevention)
  2. Berikan stimulasi sebaik mungkin untuk mendukung perkembangan anak di masa depan. Asupan nutrisi yang tepat mendukung tumbuh kembang yang optimal ( Fitur Stimulasi Perkembangan)
  3. Olah dan Atur Keseimbangan nutrisi dengan cara memperhatikan pola makan sikecil (fitur Edukasi untuk orang tua  dan anak).

Ketua Bidang Ilmiah Pengurus Pusat IDAI, Dr. Antonius Pudjiadi, Sp.A (K)

Dokter Antononius menyoroti perkembangan anak. Sebab anak sangat bergantung pada orang tua dalam proses tumbuh kembang. Hingga ia dewasa sudah mandiri tidak tergantung lagi pada orang tuanya. Orang tua hendaknya membimbing anak sesuai bakat, Bila anak berbakat menjadi grand master catur besarkanlah  anak dengan bakatnya tersebut.  Begitu juga misalnya bila ia berbakat badminton, sepeda. Untuk kegiatan fisik diperlukan badan yang sehat dan kuat.  Oleh karena itu  perlu imunisasi polio.

Anak dibina melalui  asah asih asuh.  Asih, anak diberi cinta, kasih, perlindungan. Juga diberikan asuh, artinya diberikan nutrisi yang baik,  diberi imunisasi, dicukupi sandang pangan papan. Semua kebutuhannya dipenuhi. Juga tidal lupa diberi stimulasi yaitu asah. Semua dikemas dengan kedisiplinan, agar dapat melakukan dengan baik baik sesuai dengan perkembangan ilmu saat ini. Isi dari aplikasi Prima

  1. Pemantauan pertumbuhan
  2. Pemantauan perkembangan
  3. Pedoman stimulasi
  4. Pedomana imunisasi
  5. Pedoman penapisan/ skrining
  6. Pedoman nutrisi
  7. Pedoman masalah anak

Dengan aplikasi ini dapat ditapis ada gangguan tumbuh kembang apa yang terjadi pada anak. Orantua atau nenek kakek bisa mengambil langkah selanjutnya ke dokter. Kadang Jumlah pasien dokter banyak dengan adanya aplikasi ini memotong waktu screening. Dokter melakukan program yang dapat mengintervensi gangguan tersebut.

Aplikasi ini menarik perhatian dokter dari negara lain, seperti Arab, Singapura, Malaysia,dan Filipina. Oleh karena itu bila aplikasi ini diterjemahkan ke dalam bahasa lain, maka perlu ada identitas Indonesia . Yaitu Sido Luhur sebagai  back ground aplikasi. Filosofi ini diambil sebgai ciri juga  agar berhati dan berfikir luhur.

Logo yang dipilih adalah gambar  ibu dan anak. Ada tunas menggambarkan  pertumbuhan, kupu-kupu yang bermetaforpis, hati merupakan kasih  orang tua pada anak. Tangan lambang  profesional IDAI yang memegang/bertanggung jawab terhadap aplikasi. Mainan melambangkan kebahagiaan. Anak mengalami pemantauan dan intervensi  terhadap gangguan dalam proses tumbuh kembangnya.


Pakar Aplikasi PRIMA, Dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A (K), MPH

Tiba saatnya mengulik lebih jauh aplikasi dengan praktik langsung. Di rumah saya sudah menginstaal aplikasi ini. Pas di acara saya kebingungan mengapa saat registrasi  aplikasi pertama kali kok ada tulisan di hand phone. Message: field Nama wajib diisi. Untung di tempat acara ada meja khusus untuk mengulik langsung apps. Saya datangi dan menanyakan masalah ini. Oh rupanya saya belum mengisi  Nama di handphone saya isian tersebut tidak muncul. Setelah di-scrool ke bawah atau diusap isian tersebut akan terlihat. Barangkali ini problem yang sama untuk kasus yang tidak bisa registrasi.



Sesi ini ada blogger dengan putrinya menjadi volunteer. Gadisk kecil itu berusia sekitar dua tahun. Ditimbang, diikur tinggi badannya dan lingkar kepalanya. Anak saya yang kelas 2 SD, program di sekolahnya setiap bagi raport ada laporan mengenai hal ini.  Dari kelompok Bermain sudah dilakukan pengukuran tersebut. Saya  belum membuat tabel khusus untuk perkembangan anak saya. Agar mudah melihat grapik tumbuh tiap semester.

Setelah diukur oleh petugas , dokter yang berfokus pada tumbuh kembang anak ini, memasuk data ke dalam apps. Cepat sekali  sudah terlihat kondisi anak dalam  grafik pertumbuhan WHO dan CDC. Untuk melihat grafik lingkar kepala klik tombol back kemudian muncul isian lingkar kepala.

Selanjut acara gimmick, siapa yang sudah mendownload dan mengisi data boleh maju. Tentu saja ada hadiah sebagai apresiasi mereka perhatian pada aplikasi ini dan tentu merasa perlu.

Sesi tanya jawab

Apakah aplikasi bisa menyimpan nomor vaksin dan nama vaksin?
Kedepannya tidak menutup kemungkinan hal ini bisa tambahkan. Sekarang terkendala setiap hari ada saja vaksin baru yang didaftarkan.

Dokter umum menggunakan versi apa?
Sementara versi orang tua.

Seriuskah pemerintah dalam hal  ini IDAI mengelola aplikasi ini. Mengingat nanti akan banyak digunakan oleh banyak orang dan bisa dipakai berpuluh tahun kemudian. Bagaimana kesiapan server untuk menyimpan data?

Kalau ditanya serius, pasti serius. Mudah-mudahan akan bertahan lama. Sehingga aplikasi ini akan bisa dipakai terus menerus. Data disimpan di cloud. Kalau saya tidak salah menerima informasi. Untuk hal ini saya belum mengetahui secara penuh. Kemana larinya input data di aplikasi. Saya berasumsi kalau data untuk user akan tersimpan di emailnya.

Saya bersyukur ada aplikasi seperti ini seperti yang dikatakan para dokter yang menjadi pembicara, Aplikasi sebagai alat pemetaan yang cepat untuk menghitung angka gizi pada masyarakat. Tentu saja bila banyak masyarakat menggunakan hal ini.


dok pri

Fitur Aplikasi Prima


Dihalaman pertama tampilannya adalah ada pilihan Generasi PRIMA. Klik tanda panah kebawah, maka fitur yang ada di aplikasi terlihat semua. Yuk bahas satu-satu.


Jadwal Imunisasi

Dalam fitur ini termuat jadwal imunisasi anak dari 0 bulan hingga 18 tahun. BCG, Polio, DTP, Hepatitis B, Campak, Hib-PRT-T,Tifoid, Hepatitis A, Varisela, MMR, Influenza, PCV, HPV, dan Rotavirus. Sekian tahun anak saya sudah tidak ada balita. SekarangbBanyak sekali jenis imunisasi.  Tidak  hanya imunisasi gratis juga ada imunisasi tambahan dengan cara membeli sendiri. Tabel di fitur lumayan lengkap karena mencakup nama dan sebaiknya usia berapa diberikan. Ujar dokter dari IDAI saya sempat menangkap pernyataan bahwa sekarang Imunisasi wajib sudah tidak dianjurkan, karena semua anak berhak dengan imunisasi yang lain. Memang ada yang tidak disubsidi pemerintah.


Grafik Pertumbuhan WHO dan CDC

Grafik ini standar pertumbuhan yang menggambarkan pertumbuhan  anak dalam kondisi optimal. Isikan data. Manfaat yang dilihat adalah grafik pertumbuhan anak. 

Untuk standar perempuan dan laki-laki berbeda.  Ada juga Indeks Massa Tubuh yang dihitung dengan rumus

Tahap Perkembangan anak


Terbagi atas dua

Tahapan dan Tanda Bahaya Perkembangan. Fitur ini berguna untuk mengetahui, mengevaluasi, dan memberikan informasi yang perlu diperhatikan. Untuk usia anak 0 bulan  hingga 72 bulan. Ada daftar tanda bahaya, dilihat dari perkembangan sosial emosional, perkembangan motorik, bahasa dan kognitif. Bila ada tanda bahaya  perkembangan lakukan pemeriksaan tahap kedua dengan kuesioner redflags.


Stimulasi  Perkembangan

Berisi  petunjuk untuk menstimulan bayi dan balita baik gerak (motorik)  kasar dan gerak (motorik ) halus. Stimulasi terbagi atas 0-3 bulan, 3-6 bulan,  6-9 bulan,  9-12 bulan, 12-15 bulan, 15-18 bulan. Misalnya saat bayi 0-3 bulan agar ia mau mengangkat kepala. Posisikan bayi telungkup.  Gerakan mainan yang berwarna cerah atau buat suara gembira. Latihan ini dimaksudkan agar ia mau mengangkat kepala.  Untuk bulan kehidupannya ada kesinambungan stimulus.

Bagian bawah dari halaman ini dapat dibagikan di ke WA, BBM, telegram, Hitung-hitung amal ilmu dengan cara  sharing pengetahuan.Bisa juga dikirim ke email, disimpan di dropbox, Google Drive.  Dengan cara demikian stimulasi perkembangan bisa dibuka laptop/PC.

Kuesioner Kunjungan ke Dokter

Ada beberapa pertanyaan  sebelum ke dokter, sifatnya pribadi.  Juga berkait dengan kesehatan anak dan tumbuh kembangnya. Fitur yang disediakan dari minggu pertama, 1 bulan, 2 bulan, langsung lompat ke 4 bulan,  dan seterusnya hingga anak berusia 18 tahun.  Fitur di aplikasi ini juga dapat dikirim melalui email dan lain-lain

Kuesioner saat kunjungan ke dokter terbagi dua anak yang sakit dan anak sehat.  Isian harus didownload perlu aplikasi pdf atau sejenis. Sekarang ini smart phone sudah bisa digunakan untuk bermacam-macam kegiatan. Menurut hemat saya rata-rata orang sudah punya  pdf atau memang sudah ada bawaan dari handphone. Sementara belum bisa diisi langsung. Harus dikirim ke email kemudian dicetak, baru diisi. Saya terpikir untuk capture atau screen shoot, kemudian buka aplikasi foto, contoh Cymera.  Untuk mengisinya kuesioner gunakan fitur teks dan brush untuk keperluan pemberian centang (pemberian tanda cawang atau contreng).

Materi Edukasi Orang tua

Menjadi  orang tua tidak ada sekolahnya.  Menyenangkan bila ada pedoman, yang perlu diperhatikan dalam kehidupan anak serta bahasan yang perlu didiskusikan dengan  tenaga kesehatan. Contoh pada usia anak dua bulan diskusi yang diperlukan adalah tentang proses tidur dan keamanan ranjang  anak. Kiat menenangkan anak. Kriteria rumah yang aman bagi anak.

Skrining

Saya mengira kuesioner  berisikan tentang gejala yang dialami anak. Dugaan salah, skrining utamalah yang mengarah pada penyakit yang diidap. Skrinning ini tidak diragukan lagi. Penyusunnya tim IDAI .

Saya ingat waktu anak saya masih kecil saya menggunakan buku  Dokter di rumah Anda. Paling tidak saya dapat menceritakan gejala yang di dialami  anak pada dokter.   Kegunaan  aplikasi PRIMA meski sedang diluar kota dapat mengetahui apa saja yang diamati terhadap anak sebelum ke dokter.Walau tidak membawa buku. 

Selain skrining utama ada kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP). Bagian ini interaktif, bisa langsung diisi ya atau tidak. Sumber kuesioner berasal dari Pedoman Pelaksanaan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini  Tumbuh Kembang Anak di tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar  (Kementerian Kesehatan RI tahun 2013)

Usability

Saya sering mengulik aplikasi sebelumnya tidak pernah terpikir untuk mencari panduan apa saja yang diperlukan dalam melihat fungsi  sebuah aplikasi. Setelah searching dapatlah kata-kata ajaib untuk seusia saya, 46 tahun. Saya bukan orang IT, saya seorang emak yang mau belajar. Tidak peduli apakah saya lamban atau tidak dalam belajar. Membaca dan mencari tahu adalah sebuah tool untuk memenuhi keinginan tahu saya.  Kata-kata ajaib itu adalah istilah-istilah  User Experience, User Interface, dan Usability.

Untuk cek aplikasi ini saya mengajak keponakan saya yang mempunyai balita. Saya berdiskusi dengannya  tentang aplikasi ini.  

Usability adalah bagian dari User Experience. UX adalah sikap, tingkah laku, dan emosi pengguna saat menggunakan suatu produk, sistem atau jasa. UI berfokus pada apakah aplikasi menyelesaikan masalah user.  berbeda dengan UI, bagaimana suatu website atau aplikasi yang dibuat terlihat dan berbentuk seperti apa. Bagiannya adalah tata letak, visual design dan branding. Visual design dari aplikasi ini adalah sido luhur. Tata letak fitur memungkin mudah  untuk mengaksesnya. 

Learnability
Seberapa mudah user untuk pertama kali menggunakan aplikasi dan menyelesaikan tugas dasarnya ketika baru banget menggunakan desain.

Keponakan: beberapa menu ada yang paham tetapi beberapa menu harus ada penjelasan lebih detil. Saya korek lebih dalam yang dimaksud ternyata pengetahuan yang diperoleh dari aplikasi. Misalnya hasil dari grafik kembang anak. Fungsinya untuk melihat tumbuh kembang anak sesuai umur dan jenis kelamin anak. Aplikasi ini adalah jembatan user dan dokter. Bila ingin lebih lanjut mengetahui aplikasi lebih banyak, pertanyaan yang mendasar, dan saran  bisa email ke prima.idai@idai.or.id. Jika ingin bertanya  tentang kesehatan anak, ada klinik konsultasi IDAI di http://www.idai.or.id/ pertanyaan dijawab dalam waktu 2X24 jam pada hari kerja.

Efficiency
Setelah pengguna mempelajari desain seberapa cepat dapat melakukan tugasnya? Kecuali Menu Jadwal Imunisasi yang lainnya cepat saja ketika diklik. Untuk jadwal Imunisasi juga tidak terlalu lama menunggunya.

Memorability
Setelah user lama tidak menggunakan seberapa mudah mengembalikan kemampuan menggunakan aplikasi?
Keponakan: Ia ingat fungsi beberapa menu.

Melihat nama fitur saja sudah tergambar fungsi dari fitur tersebut. Jadi aplikasi ini mudah diingat, meski lama tidak menggunakan akan tetap mudah berinteraksi dengan menu-menunya.

Error
Keponakan: ada error ketika download data imunisasi.
Awal-awalnya memang aplikasi masih dalam perbaikan. Jadi sering ada bug. Setelah saya update aplikasi. Nama anak bisa diisi dan ditambahkan. Ada bug fix.

Satifiscation
Awalnya keponakan, kurang puas soalnya masih belum paham. Misalnya Menu Perkembangan anak pertanyaannya sudah detil tetapi hasilnya agak jauh dari kenyataan. Imunisasi tidak bisa memilih nama anak. Mencoba mencari nama anak tidak ada pilihan. Setelah beberapa waktu aplikasi sudah menyediakan pilihan ini. Ia senang terhadap aplikasi.   Penyedia aplikasi mau berusaha menyempurnakan aplikasi agar bermanfaat bagi pengguna dan bisa digunakan dengan maksimal.

Keponakan saya menambahkan aplikasi bagus sekali terutama untuk ibu  yang mempunyai beberapa anak. Kalau satu anak masih mudah untuk meingat sudah imunisasi atau belum. Begitu pula dengan perkembangannya. Keponakan saya merekomendasi aplikasi ini ke tetangganya. Sambutannya baik dan menilai aplikasi sangat bermanfaat. Saya yang sudah mempunyai anak remaja, rekam medisnya berguna. Misalnya ia dulu pernah alergi antibiotik cepat.  Jadi aplikasi ini seperti rekam medis yang saya miliki, pasti akan berguna.

 24 Juli 2016  untuk kedua kalinya saya mendownload jumlah yang mendownload baru 1000

Ketika saya upgrade tanggal 11 Agustus 2016 sudah 5000 yang mendownload

Jadi manfaat dari aplikasi ini:
  1. Menguntungkan bagi pengguna untuk memantau tumbuh kembang anak, 
  2. Pengingat jadwal Imunisasi dan data jenis serta merk vaksin yag diberikan. 
  3. Skrining berguna mengetahui secara dini gejala penyakit, menu agenda sebagai rekam medis (catatan bisa disimpan hasil dari pertemuan dokter), 
  4. Banyak pengetahuan tentang kesehatan anak dari 0 bulan hingga usia 18 tahun. 
  5. Ada cara menstimulasi anak agar berkembang dengan baik. 
  6. Dengan mengetahui secara cepat masalah dan gangguan yang dialami anak, maka akan dapat tertangani dengan baik dan diintervensi.
  7. Paperless, sayang bumi. 
  8. Tidak perlu takut ketinggalan atau terselip. Sekarang siapa yang lupa dengan HPnya. Kemana-mana HP ada di kantong atau tas. Atau siapa yang tidak punya email? Hampir semua masyarakat mempunyai facebook. Tentu memerlukan  Email. Rata-rata juga mempunyai android. Jadi sayang sekali kalau tidak menginstall aplikasi Prima.
  9. Aplikasi  menjadi media interaktif secara digital bagi dokter dan orang tua dalam memantau sang buah hati. 

Semoga cita-cita IDAI, pemerintah, mencerdaskan bangsa ini dari sejak dini lewat kondisi pemantauan tumbuh kembangnya berhasil. Sebuah usaha yang perlu didukung oleh seluruh elemen masyarakat. Saya berharap bagikan pada siapa saja informasi ini, agar niat baik bisa terujud.  Selamat hari Anak dan Hari Kemerdekaan. 



2 comments:

  1. Dr. dr. Aman Pulungan praktek di Klinik AP&AP Pediatric, Growth and Diabetes Center

    ReplyDelete