10/31/2015

TIPS MENGHADAPI ANAK PACARAN

Dalam Islam jelas sekali perintah untuk tidak mendekati zina. Mendekati saja sudah dilarang. Bagaimana kalau anak kita tiba-tiba menunjukkan tanda-tanda jatuh cinta? PR orang tua bertambah lagi. Kalau dilarang dengan keras bisa-bisa salah. Kalau dibiarkan juga salah. 

Ingat  ketika orang tua kita melarang pacaran. Oh inikah rasanya menjadi orang tua. Tingkat kekhawatiran pasti ada. Remajakan kan kadang tidak mengerti mengapa dilarang. Zamannya juga berbeda. Dulu mana ada hengpong. Mana ada WA. Dilarang segala macam cara ditempuh. Sembunyi-sembunyi. Kadang piranti itu diberi password. Eiit ada saja jalan Allah memberi tahu. Tiba-tiba saja bisa terbaca tanpa harus membuka passwordnya. Bagaimana caranya menghadapi anak pacaran?


Pertama yang harus dilakukan adalah beri pemahaman bahwa Allah Maha Mengawasi. Misalnya ceritakan kisah tentang burung. Ada seorang guru sangat menyayangi muridnya. Hal itu membuat murid lain iri. Mengapa satu murid ini sangat disayangi. Suatu hari guru tersebut memerintahkan murid-muridnya untuk menyembunyikan burung. Syaratnya tidak ada yang melihat. Murid yang disayang tersebut tidak menyembunyikan burungnya. Ia menjelaskan kemanapun ia menyembunyikan burung tersebut Allah melihatnya. Karena itulah murid tersebut sangat disayang. Karena ia percaya Allah mengawasinya dimanapun berada. 

Kaitannya dengan pacaran. Allah maha Tahu. Meski sembunyi-sembunyi. Berduaan di tempat yang tersembunyi Allah tahu. Apakah tidak malu seolah-olah tidak ada yang melihat padahal Allah mengawasi.

Kedua. Kasih tahu pelan-pelan sambil makan kesukaan anak remaja kita. Bahwa pada saatnya menyayangi lawan jenis adalah wajib. Diikat dalam satu pernikahan. Untuk menikah ada syaratnya yaitu sanggup menafkahi istri. Di Indonesia laki-laki sekurang-kurang 19 tahun dan perempuan 16 tahun. Kalau belum memenuhi syarat sebaiknya berpuasa untuk menahan sesuatu. Fokus pada belajar. Kalau 'sukses' pasti yang bangga adalah perempuan/laki-laki pedamping nanti. Sambil belajar mengelola emosi juga. Sebab menjadi orang tua tidaklah mudah. 

Ketiga. Harusnya dari kecil sudah diajari untuk mengenali diri sehingga ia akan menyayangi dirinya dan pada akhirnya ia akan menghormati orang lain. . Kalau dulu belum sempat, tidak pernah kata terlambat untuk mengajaknya mengenal diri.  Untuk anak laki-laki. Bila cinta pada seorang gadis. Hormatilah martabatnya. Jangan pandang, apalagi menyentuh tangannya. Jauh-jauh dari zina lisan apalagi yang lebih dari itu. Coba rasakan kalau jadi ayah sang gadis. Pasti  marah kalau anak perempuannya disentuh. 

Untuk anak perempuan, jaga martabatmu. Laki-laki sholeh yang mencintaimu tidak akan 'memacari'mu. Bila ia siap, ia akan melamarmu. Saatnya belajar menjadi ibu yang sholehah. Tutur kata yang sopan. Belajar tidak berkata isi  kebun binatang bila marah. Karena kau adalah guru pertama anak-anakmu. Jangan pernah takut orang yang dicintai tidak menjadi pasangan hidup. Karena Allah memilihkan yang terbaik untuk hambanya.

Kadang remaja kita sudah tidak mau dinasihati. Cari waktu yang tepat untuk membuka pikirannya. Tentu doa orang tua adalah kekuatan. Semoga remaja yang sedang lope-lopean terbuka hati dan diberi petunjuk oleh Nya. Siapa yang tidak mau dberi hidayah oleh Allah? Hati yang mudah diberi nasihat, adalah orang pilihanNya. Orang yang takut mengerjakan segala hal yang dilarangNya. Mudah mengerjakan perintahNya. 



11 comments:

  1. ingat kata teman dulu, renungan buat perempuan, "laki-laki yg benar2 mencintaimu tidak akan menyentuhmu sebelum menjadi yg halal" :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup. Untuk perempuan jangan takut ditinggal, gara-gara tidak mau disentuh.

      Delete
  2. jadi sebagai anak kudu menempatkan dirinya menjadi orangtua ya, anak lelaki sebagai ayah yang gadisnya didekati...hm, benar-benar PR sebagai orangtua ya Mbak, untuk mendidik anak-anak kita.

    ReplyDelete
  3. PR banget niih anak2ku 2 cewek da si bungsu cowok.
    masih krucils sekarang...kalau udah remaja harus siap sedia membimbingnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Zamannya yad berbeda situasinya, masalah remajanya berkisar tema itu-itu juga.

      Delete
  4. Di kosan ku mbak..haduh, anak ABG pacarannya.....duh....rasanya nanti kalau aku punya anak, mau cowok mau cewek, gak usah deh sekolah atau kuliah jauh yang membuat mereka akhirnya tinggal di kosan, gak ada yang mantau euy..ngeriii....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Titip sama ibu kost atau penjaga kost.

      Delete
  5. Di kosanku mbak, duh..anak ABGnya pacarannya..waduh....
    Jadi kepikiran euy, nanti kalo punya anak, gak usah nyekolahin mereka jauh-jauh, yang membuat mereka akhirnys ngekos, gak ada yang mantau euy..ngerii...

    ReplyDelete
  6. Pendekatan dengan anak mungkin salah 1 kunci ya, supaya anak selalu terbuka dan bisa kita bimbing dengan enak.
    Hmm... Selain buntutin mereka pergi kalau udah remaja haha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu anak yang mengekor ke emak, eh ketika besar, malah Maknya pingin ikut ia kemana-mana.

      Delete