10/31/2015

7 HAL YANG MEMBUAT ISTRI DAN ANAK BAHAGIA

Lazua habis dari kamar mandi ia menuntaskan tuntutan perutnya. Pasti sangat bahagia dan lega bila tidak bermasalah dengan alat percernaan yang satu ini. Ada hal  dalam kehidupan kita yang harus dibuang, dipilah, dan dibagi.

Kata berbagi saya garis bawahi. Pernah mendengar setiap kita berbagi akan mendapatkan berlipat ganda. Bagi kebanyakan orang berbagi urusannya adalah materi seperti uang dan barang. Menurut saya berbagi tidak itu saja. Berbagi bisa waktu, tenaga, perhatian, kebahagiaan. 


Ada yang menarik berkait kebahagiaan di Kota Kasablanka. Mall yang selalu padat dengan pengunjung terutama weekend. Tanggal 3 Oktober ini ada acara Nestle. Mereka menyelenggarakan Happy Date with Legenddady. Event ini diselenggarakan kembali untuk mendukung peran seimbang orang tua dalam mengasuh anak. Mengambil nuansa pantai dengan atribut dan permainan. Sebelumnya ada talk show bersama ibu Rini Hildayani dan Choky Sitohang.  Dari kegiatan itu saya menarik kesimpulan ada 7 hal yang membuat  istri dan anak bahagia. 











1. Menjadi Imam

Menurut Coky, ayah adalah pemimpin dan istri adalah penasihat. Sejalan dengan ibu Ade yang saya temui di beach, the biggest beach playground in town. Ia bahagia bila suaminya menjadi imam. Ya seorang suami atau ayah adalah Imam. Pemimpin keluarga. Ia menjadi suri tauladan bagi istri dan anak-anak. Baik perbuatan maupun perkataan. Saya ingat bagaimana Abah bila menggoda Mama saya. Dengan lirikan sambil senyum-senyum. Hati seorang istri hatinya kebat-kebit. Pantas saja. Ketika abah terbaring tiga tahun di tempat tidur tidak bisa melakukan apa-apa. Mama melayani dengan sepenuh hati. Mama yang dulu agak streng menurut saya. begitu lentur dan humoris ketika Abah sakit. Hati yang mana coba tidak luluh ketika mendengar seorang mama bilang pada Ayah kita. Tetap sayaaang. Mama tidak akan berkata begitu bila saat Abah muda tidak lembut dan pemimpin yang baik dalam keluarga.

2. Mau berbagi waktu dan tenaga mengasuh anak.

Pola pengasuhan tradisional biasanya ada pemisahan peran antara ayah dan ibu. Ibu biasanya lebih banyak yang mengasuh anak sedang ayah sebagai tulang punggung keluarga sangat sedikit waktunya untuk anak. Padahal hasil penelitian The Effect Of Father Involvement: An Updated Research  Summary of the evidence Ada dampak positif bila ayah terlibat dalam pengasuhan.

Manfaat ayah terlibat dalam pengasuhan anak.
  1. Percaya diri dan  menjadi orang tua efektif.
  2. Bisa mengungkapkan kasih sayang melalui  merawat, mendidik, mengasuh anak.
  3. Interaksi secara positif
  4. Lebih mengetahui perkembangan anak.
  5. Lebih memahami anak
  6. Mampu menerima keadaan anak.
  7. Mendapatkan perasaan nyaman ketika berdekatan  dengan anak
  8. Hubungan dengan anak lebih berkualitas
  9. Terlepas dari suasana hati yang negatif
  10. Menjadi lebih memahami diri sendiri.

Ibu Rini, dosen dan psikolog dari Universitas Indonesia memaparkan hasil penelitian  itu.  Efek tidak langsung terhadap perkembangan anak yang diasuh secara dini oleh ayah adalah usia enam bulan hingga satu tahun dalam area kognitif lebih baik. Pada usia tiga tahun IQ lebih tinggi. Area sosial emosi, anak lebih toleransi, dapat menghadapi  rasa  prustasi dan  stress,  bisa mengendalikan emosi dengan baik, dan mampu memecahkan permasalahan dengan baik.

Ayah yang mau terlibat dalam nurture, sangat menolong pada saat ibu mengandung anak kedua. Ibu lebih fokus pada kelahiran sedang ‘kakak’. Perilakunya lebih berkembang. Ketika adik sudah lahir dan mulai besar, kakak mau berbagi dan menolong ibunya.

Paparan Bu Rini ditambah dengan pengalaman Choky. Anak pertamanya sudah dilibatkan dari adik dalam perut. Turut mendoakan dan memberi nama. Sebelumnya kakak sangat lekat dengan mamanya. Ketika adik lahir, ia mau ditemani ayah. Seperti saat makan, nonton TV, mau dimandikan ayah.

Bila ayah kurang terlibat akan menimbulkan masalah perilaku pada anak. Bila ia pendam, ia menjadi pencemas, menarik diri, tidak berinteraksi dengan orang lain. Bila anak munculkan, maka timbul perilaku agresif, bila lebih delivery anak terlihat ‘nakal’.

Ada 3 faktor penting dalam terwujudnya berbagi peran peran yang seimbang dalam mengasuh anak, komunikasi; saling mendukung buah hati merasa nyaman dan aman hanya terlaksana dalam asuhan ayah bunda yang saling mendukung.  dan komitmen melakukan dua hal tersebut secara konsisten. Tutur Rini Hildayani ini sejalan dengan jawaban pengunjung  Happy Date with Legenddady, saat saya tanya apa saja yang membuat ibu dan anak bahagia.

3. Mau berkomunikasi

Pola komunikasi ditiap keluarga berbeda. Komunikasi  verbal ataupun non verbal yang penting pesan sampai.  Ada dengan bahasa tubuh, bahasa tarzan, bahasa hati, atau bahasa yang memang keluar dari mulut.  Komunikasi termasuk hal penting dalam pola pengasuhan yang seimbang.

Pengalaman Choky ia biasa memberitahu jadwal pekerjaan pada sang istri. Dengan demikian tidak anak saja yang merasa terpenuhi kebutuhannya, pasanganpun merasa aman dan nyaman.

Seiring dengan  itu Ibu Rini keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak tidak hanya membangun ikatan emosi ayah dan anak namun juga dengan istri. Ikatan emosi yang kuat membuat pola komunikasi yang terbuka.

Ada ibu yang duduk disamping saya saat menunggu anak face painting. Ia meluangkan waktu untuk hadir dalam acara Happy date with legenddady. Ia dan suaminya mengatur jadwal pekerjaan agar bisa bersama. Sistem kerja mereka sistem shift. Bisa terlaksana karena ada komunikasi.

Untuk anak, ayah yang mau berkomunikasi dengannya tentu membahagiakan. Selelah apapun pulang kerja sempatkan untuk menyapa. Bu Rini punya trik untuk ayah yang lelah pulang kerja. Tidak perlu permainan menguras tenaga. Cukup permainan check up. Periksa tangan anak ada luka atau tidak. Ada bentol beri balsem. Perhatian yang sederhana maknanya besar. Sedang pengalaman Choky setiap anak pulang sekolah atau bertemu dengan anak pada hari itu sempatkan tanya pengalamannya di sekolah. Bila anak bercerita perhatikan dengan seksama.

4. Memperhatikan kebutuhan fisik dan psikis

Bila suami bekerja dengan optimal, berikthtiar dengan baik istri mana yang tidak bahagia. Rata-rata istri menerima rejeki yang diberikan karena kesungguhan tersebut. Anakpun demikian.

Cerita pengalaman Choky saat ia masih kecil. Ayahnya bekerja apa saja. Kadang  kepala keamanan, kadang sopir angkutan umum. Pernah ayahnya beli roti Sidodadi di jalan Otista Bandung. Harganya waktu Rp 850. Ia hanya bisa beli satu roti. Disimpan dalam kantong celana. Dari ukuran besar jadi mengecil.

Ada pesan yang tersimpan dari kenangan itu. “Ayah tidak berhasil suatu saat kamu pasti berhasil. Ayah memang bukan orang berhasil tetapi ayah selalu hadir untukmu”.  6 tahun yang lalu Choky berhasil mempunyai toko roti.


Sementara itu Ibu Ajeng menjawab apa saja yang membuat anak bahagia. Bermain bersama. Pernah anak dan ayah bermain salju dari bedak. Permainan yang tidak mahal namun pengalaman yang mahal bagi anak karena melewati hari bersama ayahnya.


5. Hadir utuh

Saat di happy creation saya bertemu dengan ibu Ade. Ia bahagia bila suaminya tidak memegang handphone saat berbicara dengannya dan anak. Gadget ini seperti pegangan hidup saja. Tanpanya seperti tidak bisa hidup. Benar juga kata ibu tersebut. Kita sedang bicara tetapi yang diajak bicara pikirannya ke tempat lain. Rasanya bagaimana...? Kebayang kalau ditempat umum asik dengan gadget, bisa-bisa anak lepas dari pandangan karena tidak dijaga.

Bagaimana dengan anak yang tidak mempunyai ayah atau ayah tidak hadir dalam keseharian karena bekerja jauh. Figur ayah bisa didapat dari guru, kakek, paman. Kalau ayah yang bekerja jauh bisa lewat telpon. Dulu suami saya sering tugas di luar Jakarta. Pernah setahun kami terpisah. Karena lokasi lumayan untuk ukuran kantong kami, ia tidak pulang selama itu. Setiap hari kami kontak melalui apa saja, bisa skype, chatting, atau telpon. Waktu itu saya hamil besar, sering suara abi saya tempelkan di perut. Usaha itu berhasil ketika ia pulang ke Jakarta, anak saya yang belum pernah bertemu ayahnya langsung lengket. 

Pernah juga di Papua, dari kantor diberi waktu per tiga bulan pulang ke Jakarta. Sedang di Tuban hampir setahun, karena dekat bisa tiap bulan pulang ke rumah. Hadir utuh tidak mesti disamping anak dan istri. Bila keadaan membuat jarak, bisa saja hadir utuh, yang penting hati hadir untuk mereka.

6. Penyayang

Sekusut apapun masalah jangan libatkan anak. Perlihatkan wajah ceria pada anak. Sedangkan ibunya anak-anak tentu dengan senang hati mau memperbaiki diri bila kritikan disampaikan dengan rasa sayang.

Kata Ibu Shinta yang saya temui saat usai berfoto di happy snap. Hal-hal yang datang dari hati itu membahagiakan.


















7. Demokratis

Ibu Riri yang temui di happy beach, ia bahagia bila ayah anak-anak mau mendengar pendapatnya. Anak-anak juga pasti demikian. Ia tentu senang didengar pendapatnya. Misalnya ia mau mengajak sang ayah ke happy date with legend daddy karena tidak terbiasa di tempat yang ramai ayahnya menolak. Karena sang anak biasa didengar pendapatnya, ia tidak akan memaksa sang ayah harus mengikuti permintaannya.

Ibupun senang apabila diberi kesempatan memilih. Hal sederhana, misalnya memilih acara di akhir pekan, seperti acara Happy Date with Legenddady ini. Lebih senang lagi bila mau meluangkan waktu ikut bermain. Saya melihat beberapa ayah tidak sungkan menggendong balitanya, saat di happy zoo dan mini sea. Ada pemandangan yang menyentuh seorang ayah dan balita. Awalnya balita ragu untuk menyentuh kepala domba. Ayahnya mencontohkan, tidak berapa lama si Kecil mau membelai domba tersebut. Pada happy zoo ini juga mencerminkan bagaimana seorang ayah menyayangi hewan tersebut dengan cara mengusap kepala. Anak sekecil itu tentu pembendaharaan kosa katanya masih sedikit. Sang ayah mencontohkan dengan perbuatan bukan dengan perkataan. Terbayang berapa ribu sinaps dikepala sang anak tersambung.



Tentu masih banyak hal lain yang membuat istri dan anak bahagia. Kebahagiaan yang tampak terlihat di acara Happy Date with Legenddady. Dalam rangkaian aktivitas  di happy beach, mini sea, happy creation, happy snap, happy brick, product dan gimmick, happy zoo.

Suasana pantai dengan fasilitasnya membuat Lazua bertahan main dari jam 12:54 hingga 17:12.  Bermain di happy beach saja 2 jam. Pertama yang kami lakukan adalah meminjam alat di sand kit rental. Untuk pass masuk kami free. Acara diperuntukan masyarakat dengan cara  cukup membeli 2x lactogen 3 atau lactogen 4 ukuran 750gr atau senilai Rp 150.000,- sudah mendapatkan tiket dan kaos. Hadiahnya bervariasi sesuai nominal pembelian. Hadiahnya adalah Tas, kolam renang plastik, teplon, Magic com.

Lazua sudah tidak sabar mau main pasir
Di pintu masuk ada tempat penukaran tiket dan  peminjaman peralatan main di pasir dengan menitipkan uang bisa menggunakannya.
Saat acara talkshow gigi susu Lazua lepas. Cukup dengan tisu, taraa ia tidak rewel. Ia senang minum susu, giginya bagus karena sering kumur-kumur setelah minum susu.  Lihatlah walau baru saja giginya tanggal,  ia menikmati kegiatan di happy beach. menghias layang-layang  di kite decorating/happy creation, bermain lego di mega block/happy brick, lukis wajah, dan foto bersama umm di happy snap




















Acara ini tidak di Jakarta saja, juga di Medan (10-11 Oktober), Surabaya (24-25 Oktober), dan Makassar (31 Oktober-1 November). Acara ini diselenggarakan kembali setelah Happy Date with Legenddadydi Central Park bulan Juni dikunjungi oleh 6.000 peserta. Kata Nur Shilla Christianto, Head of Corporate Communication PT Nestle Indonesia, hal itu menjadi fakta bahwa masyarakat semakin tertarik dan mengerti tentang peran ayah dalam pengasuhan anak.

Faktor yang mendukung peran serta ayah dalam pengasuhan adalah lingkungan sekitar, pengetahuan dan ketrampilan.

Selain keterlibatan ayah, pola asuh yang seimbang antara ibu dan ayah. Ada pendukung agar si Kecil tumbuh dan berkembang secara optimal yaitu asupan nutrisi yang baik seperti nutrisi perlindungan untuk menjaga imunitas. 80% dari sistem imunitas tubuh berada dalam saluran cerna. Saluran cerna yang baik akan meningkatkan penyerapan nutrisi. Happy Tummy, Happy Kid salam penutup Nur Shilla Christianto.

Nestle LACTOGEN 3 ActivGro merupakan susu pertumbuhan untuk usia 1-3 tahun. Susu yang membantu menjaga saluran cerna si Kecil yang aktif dan ceria diformulasikan secara khusus oleh para ahli di Nestle Research Centre Switzerland.

Nestle Indonesia anak perusahaan dari Nestle S,A, produsen makanan dan minuman terbesar di dunia. Berkantor pusat di Vevey, Swiss. Beroperasi selama hampir 150 tahun. Perusahaan terkemuka di bidang nutrisi, kesehatan, dan keafiatan.

Di Indonesia ada empat pabrik yang memproduksi  produk susu, makanan, dan minuman seperti Nescafe, Milo, Lactogen 3, Dancow, Cerelac, Kitkat, Fox's, Bear Brand dan lain-lain. Motto Nestle Good food, Good life, mencerminkan Nsetle terus menerus berupaya menghasilkan makanan yang bergizi, berkualitas, dan nikmat untuk dikonsumi. sSemua itu gabungan dari ilmu pengetahuan, teknologi dan merk terkenal.




Saya terharu ketika Choky bercerita tentang ayahnya. Bukan materi membuat ia berhasil namun karena keluwesan, ketrampilan bersosialisasi, dan sikap menghargai orang lain  sang ayah yang mempengaruhi kesuksesan Choky dalam berkarir. 




19 comments:

  1. Waah, puas deh bacanya dan liat foto-fotonya. Imam yang baik, jujur dan ikhlas akan membuat suasana rumah tangga menjadi sorga dunia. Aamiin.

    ReplyDelete
  2. Bookmark deh. Nice info Mak, thanks for share :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mimi. Saya hanya sebagai penyambung informasi. Senang kalau itu bermanfaat.

      Delete
  3. ahhh setuju banget nih, sebagai istri saya setuju terhadap 7 hal yg disebutkan di atas, apalagi kehadiran utuh, maklum masih el de eran mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mak hadir utuh bukan fisik saja. melainkan kehadiran hatinya saat bersama kita.

      Delete
  4. peran ayah sekarang ini memang tidak lagi hanya sekadar mencari nafkah. Karena peran ayah untuk pola asuh sangatlah penting :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mak. Meski tidak ada ayah bisa dicari sosok pengganti seperti kakek, paman, atau guru.

      Delete
  5. Menyimak mb ulasannya

    Lengkap sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belajar yo? Sudah ada calonnya neng?

      Delete
  6. bersyukurnya aku ketemu ayahnya anak-anak yang tipe family man kaya coky, mak. Masya Allah, senengnya bisa berbagi pengasuhan anak deh, thanks for share ya mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sengaja mak aku cari data di lapangan agar tidak subyektif. Kemaren itu cuek saja aku tanya-tanya pada para ibu yang sedang menunggu anaknya bermain. Aku juga ijin dulu foto mereka boleh dimuat diblog tidak.

      Delete
  7. Pengasuhan anak memanggungjawab ibu dan ayah ya, bukan hanya ibunya yang mengasuh dan menjaga anak-anak.
    Dengan pengasuhan oleh ibu dan ayah, selain memperoleh keseimbanagn dalam memahami figur, juga anak akan utuh dalam memandang hidup

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, bila figur ayah secara fisik tidak hadir atau tidak bisa diupayakan agar anak merasakan hal tersebut, Sayang sekali bila ada ayah namun tidak dimanfaatkan optimal. Dimanfaatkan dalam arti positif ya mak Titi.

      Delete
  8. acaranya seru banget dan saya yakin ilmu yang didapat juga banyak. Peran ayah memang tidak main-main..dan idealnya dibagi bersama dengan Ibu sehingga kebahagiaan anak dan keluarga pun utuh :)

    ReplyDelete
  9. Acaranya seru ya Mbak, banyak sekali ilmu dan pengetahuan yang kita dapat. Pengalaman dari Choky dan tentunya aktivitas yang ada juga memberikan cerita yang seru untuk kita semua.

    ReplyDelete
  10. Iya benar mba. Tetapi prakteknya yang harus kerja keras dan butuh kerjasama antara suami dan istri.

    ReplyDelete