7/01/2015

PEMERSATU ITU KULINER, CATATAN FESTIVAL JAJANAN BANGO


Saya mempunyai tiga anak laki-laki. Mereka masing-masing terpaut 4-5 tahun. Sebuah range usia yang menyebabkan mereka berbeda dalam banyak hal. Dalam satu hari ada saja ‘perseteruan'. Dalam taksi yang membawa kami ke tempat acara  festival Jajanan Bango tahun ke sepuluh, 14 Juni 2015 (acara dimulai dari 08.00 hingga 22.00 WIB), ada saja yang membuat mereka saling berteriak. Weew, wajah saya merah padam.  Saya mengajak mereka bukan untuk bertengkar. Untuk mencoba masakan Indonesia yang kaya rasa dan beraneka ragam. Bolehlah makanan itu beradu dalam lidah. Asal jangan beradu mulut mempermasalahkan sesuatu yang harusnya bisa saling menghargai perbedaan.

Saya tidak mau mengomel comel mereka. Tidak berapa lama kami turun taksi di bagian parkir Gelora Bung Karno yang ada masjid Al Bina. Lazua minta gendong. Bukan untuk memanjakannya, saya menuruti keinginannya. Berjalan lumayan jauh kami tiba di area Patung Pemanah ada botol Kecap Bango yang begitu besar.  Oo itu rupanya bagian belakang dari acara Festival Kecap Bango. Sebab ada barisan meja cucian piring. Anak-anak yang tadinya gempita dalam adu mulut, diam takjub, dan mata mereka mulai mencari. Hmm artinya damai itu dari perut.




Saya meminta untuk berkeliling terlebih dahulu, ambil foto dulu dan membandingkan. Mereka serempak menjawab tidaaak. Lazua langsung dapat yang diinginkannya ia memilih gado-gado. Hai ada apa dengan dirinya. Sayur dalam keseharian rumah adalah jenis makanan yang ia hindari. Kecuali ketika makan di sekolah. Mau tidak mau ia memilih memasukan dalam piringnya.
Gado-gado Kertanegara

Takjub. Sebuah festival mampu mengubah paradigma berpikirnya sejenak bahwa sayur itu tidak enak. Bahkan ia enggan berbagi dengan kakaknya. Perjanjiannya, bergantian memilih makanan kemudian disantap bersama-sama.

Selanjutnya saya membiarkan anak-anak berkelana rasa sendiri. Dengan modal voucher dari Arie Parikesit, konsultan Kecap Bango dan Koordinator Ekspedisi Warisan Kuliner Bango ke 120 kota di seluruh Indonesia.  Plus tambahan dari saya.  hadiah untuk mereka yang telah belajar dengan baik (tentu saja ada banyak catatan). Dalam keseharian mereka juga sering menolong  dalam menyelesaikan tugas-tugas rumah. Yaai dengan kicauan saling tunjuk kamu saja, kamu saja, (begitulah diulang-ulang, seolah menolong itu bukan sebuah anugerah, iya kan saat seseorang bisa menolong ia dilapangkan oleh Allah entah itu kesehatan, kemampuan atau yang lainnya) atau kok aku terus. Pembagian tugas di rumah seperti membuang sampah, mengangkat cucian baju ke atas, mencuci piring masing-masing, atau menggoreng lauk untuk adik. Dipertimbangkan dengan seksama, hikmat dan bermusyawarah. 

Sementara anak-anak menikmati kebebasan memutuskan sendiri pilihan rasa dan rukun dalam icip-icip. Saya berjalan mengitari area Festival. Mampir di tenda media bertemu dengan Mak Tanti, jadilah kami berkelana rasa berdua, menyusuri aset Indonesia, kuliner nusantara. Saya memilih es kolang-kaling pelangi. Tempat minuman itu telah tandas. Saya ‘memaksa’ membeli. Masih ada semangkok meski tidak lengkap.  Penasaran dengan rasanya, menurut penjual ia sudah beberapa kali menambah stok.  Memang segar, rasa manisnya tidak membuat tersedak. Kolang-kaling lembut. Mengingatkan saya setup betawi, yang sering disajikan pada hari raya Idul Fitri. Akhir-akhir ini saya mengurangi gula, sangat terasa bila minuman berlebih gula.





Mak Tanti memilih Tekwan Sri Melayu Palembang. Antrenya lumayan panjang. Penyaji cepat sekali melayani, sehingga antrean tidak memakan waktu lama. Piring bercap Bango berisi tekwan sudah di tangan Mak Tanti. Untuk yang belum mengetahui Tekwan  terbuat dari ikan, biasanya ikan tenggiri. Ikan dicampur dengan tepung sagu bukan tapioka seperti mpek-mpek. Saya senang dengan makanan berkuah ini. Pernah membuatnya tidak terlalu sulit. H h lha iyalah pasar dekat rumah saya ada penggilingan daging bisa juga ikan. Saya menyebut adonan atau membawa bahan, maka penyedia jasa langsung mencampur. Ikan tenggiri, sagu, putih telur dicampur.  Di rumah saya membuat bulatan kecil. Dicemplungkan  pada air yang mendidih. Terlebih dahulu saya masukan potongan udang kering/ ebi karena tidak mempunyai udang segar (angkat udangnya sebelum dimasukkan bulatan ikan). Bila  sudah muncul dipermukaaan tandanya sudah masak.  Bulatan ikan tadi ditiriskan.


Bawang putih, lada, garam ditumis. Masukan udang cincang, aduk hingga warnanya memerah, masukkan jamur kuping dan sedap malam. Tuang ke dalam kaldu udang. Taraa sudah jadi.  Garnis menggunakan seledri dan bengkuang.



Ada kejadian lucu ketika kami ingin duduk di meja/kursi yang telah disediakan penyelenggara. Jumlahnya sudah banyak tetapi karena animo penikmat kuliner juga banyak maka fasilitas tersebut terisi penuh. Ketika ada yang kosong saya dan Mak Tanti ingin duduk. Apa yang terjadi Ibu itu dengan gamblangnya bilang kursi tersebut untuk suaminya. Tidak hanya itu dekat meja tersebut seorang ibu berkata demikian pula.




Akhirnya kami makan di meja tersebut. Hingga tandas  Tekwan belum terlihat juga para suami ibu-ibu tersebut.  Bersyukur banget para suami itu sang istri bela-belain menjadi penguasa kursi. Tetapi kalau suami dalam kondisi yang sama akan berkata yang samakah? Barangkali lebih bijak memberi tempat sambil menyatakan syaratnya, bila suami datang mesti berdiri. Resiko bila ternyata suaminya datang cepat. Kalau begitu bila suka makan sembari duduk bawa saja tiker.


Terlepas masalah bangku ada bahasa romantis yang memperat pasangan. Bahasa kuliner menyatukan dua hati agar terus  harmonis. Hmm  asik juga ya kalau dinner/lunch sama suami/istri di festival Jajanan Bango. 


Di kiri kanan tempat makan ada tempat untuk selfi/welfe. Bersisian dengan tempat untuk mencetak foto gratis. Ada hadiah iPhone 6, iPad Mini Retina Display dan Go pro Hero 3 untuk  posting foto terbanyak. Di posting dengan mention ke @warisankuliner dengan #KulinerIndonesiaku #FJB2015. 

Oh ya peta acara sebagai berikut. Saya memperoleh dari seorang pengunjung yang berbaik hati. Pas ngomong pengen eh ada yang memberi. Peta seperti ini memudahkan pengunjung untuk mencicipi makanan yang iya mau.Terutama bila mempunyai waktu yang sedikit.




Berdasarkan brosur yang saya peroleh. Ada 8 kategori tenant. 

Jagoan Kuliner Terbaik Timur

1. Nasi kepal dapur Mama Thia
2. Ayam Rica-rica Tinutuan Amurang
3. Coto Makassar Dapur Makassar
4. Ayam Bakar Bali Qui
5. Pallu Basa Ma' Daeng Makassar
6. Mie Cakalang Rumah Palem
7. Ikan Bakar Rica Dinar Seafood
8. Konro Bakar RM. Mamink Daeng Tata'
9. Ikan Bakar Parape
10. Kerang Hitam Manis Piccolinos
11. Soto Sasak Lombok Taliwang Bersaudara
12.Nasi goreng Hitam RM Legoh

Nasi goreng hitam, numpang foto
.
Jagoan Kuliner Terbaik Barat

  1. Sate Padang Ajo Ramo
  2. Ayam Tangkap Atjeh Reuyeuk
  3. Soto Padang Hayuda
  4. Lotong Sayur Kedai Mamak
  5. Tekwan Sri Melayu Palembang
  6. Roti  Cane Kare Setilawah
  7. Sop Ikan Batam
  8. Sate Bangka Sin Jaya
  9. Pempek Ibu Elly
  10. Ayam Gota Khas Medan Ibu Meri
  11. Nasi Gemuk Citra Khas Jambi
  12. Mie Aceh Bang Iwan

Jagoan Kuliner  Terbaik Tengah
  1. Nasi Pindia Burung Puyuh Tiga Pandawa
  2. Soto Mie Theresia
  3. Gado-gado Kertanegara
  4. Nasi Goreng Gandul  Khas Kota Pati Ibu Endang
  5. Nasi Goreng Rempah Mafia
  6. Sop Janda (Jawa-Sunda)
  7. Warung Sate bang Thohir Kalibata
  8. Gudeg  Jogja ibu Laminten
  9. Nasi Uduk & Ayam Goreng Mas Miskun
  10. Soto Bandung Udi
  11. Nasi Bakar ELBE Ayam Kampung Madu
  12. Warung Special Sambal
Siang, adik yang pesan. Sore, abang yang pesan. Rupanya Ia tidak puas ketika dibagi adiknya.  

Minuman dan  Makanan Penutup

  1. Rujak Juhi Petojo
  2. Serabi Solo Nikimawon
  3. Ketan Susu & Wedang Ronde Mbok’Ne-An-Cuk
  4. Soerabi bandung HNH Kebayoran
  5. Martabak Kubang Hayuda
  6. Es kolang kaling Pelangi
  7. Es Pallubutung Ourora
  8. Sop duren Lodaya
  9. Kue Putu  Bambu Medan
  10. Cucur Super

Jagoan Kuliner World Street Food Congress
  1. Ayam Bakar Taliwang Bersaudara
  2. Kupat Tahu Gempol
  3. Gudeg Yu’Nap

Cemilan

  1. Tahu Petis Yudistira
  2. Cilok Madrasah
  3. Mendoan Kaya Rasa “pak Sugeng”

Jagoan kuliner Favorit/Apps
  1. Bebek kaleyo
  2. Nasi Krawu Gresik Bu Tiban
  3. Pecel Pincuk Ibu Ida
  4. Bakwan Malang Senayan Pak Mi’ing
  5. Pionir soto kudus kauman
  6. Nasi Goreng Betawi Lalan Bakti
  7. Nasi Kari Bebek Seulawah
  8. Pindang Patin Pondok Wong Palembang

Legenda Kuliner
  1. Mie Aceh Sabang
  2. Mie koclok Mas Edi cirebon
  3. Lontong Balap Pak Gendut
  4. Tengkleng Klewer Bu Edi Solo
  5. Sate Klatak Mak Adi
  6. Nasi Pindang Pak Ndut
  7. Tahu Tek Telor Cak Kahar
  8. Sate Jamur Tiram Cak Oney
  9. Oseng Oseng Mercon Bu Narti
  10. Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih
Dalam brosur ada cerita kuliner Nusantara, menarik untuk diketik ulang.

"Masakan Nusantara merupakan cerminan beragam budaya dan tradisi seluruh indonesia, yang terdiri lebih dari 6.000 pulau dan suku, serta memegang peranan penting dalam budaya nasional Indonesia. Hampir seluruh masakan Nusantara kaya akan rempah-rempah berbumbu. Teknik memasak warisan leluhur serta saudagar-saudagar asal India, Tiongkok, Timur Tengah, China serta Eropa pun turut memiliki andil besar dalam sejarah perkembangan kuliner di Indonesia"

Sari dalam tulisan tersebut tidak ada masakan Nusantara dalam bentuk tunggal. Masakan terpengaruh dari kebudayaan setempat atau budaya asing. Nasi diolah menjadi lontong, ketupat. Nasi merupakan makanan pokok. Banyak daerah Timur berbeda mereka makan jagung, sagu, singkong dan ubi jalar.

Teknik memasak dipengaruhi oleh kedatangan para saudagar Cina (bakmi, bakso, mie ayam, lumpia, somay dan lain-lain), India, Timur Tengah. Penjelajah Spanyol dan Portugis mewarnai masakan Nusantara. Rempah-rempah dari Maluku menyumbang rasa kuliner dunia. Masakan kawasan timur mirip dengan Polinesia dan Melanesia.

Oh ternyata  isi piring makan  itu merupakan kumpulan budaya. Tidak hanya acara kuliner saja membawa orang untuk bersatu, muatannya saja sudah merupakan persatuan. Cie bahasanya nasionalisme.

Selain acara makan-makan ada hiburan dari keroncong, sulap, hingga tarian. Saya beruntung bisa mengabadikan foto ini. Lihat tarian saja tidak lepas dari kuliner, penari bawa piring. 

Obrol Santai 

Meloncat dari cerita Nusantara. Usai menyantap kami beranjak ke tenda media. Ada ngobrol santai bareng pemilik gudek Yu Nap dan produsen film Tabula Rasa.



Pak Jeffri pemilik Gudeg Yu Nap cerita tentang perjalanan resto miliknya. Asal muasal nama dari pemilik resep yaitu yu Zaenab. Gudeg ini mewakili Indonesia dalam acara World Street  Food Congress di Singapura. Bersama Ayam Bakar Taliwang Bersaudara dan Kupat Tahu Gempol. Perjalanan ini dibiayai oleh Kecap Bango. Satu-satunya peserta yang membiayai perjalanan sendiri. Menarik gudeg ini adanya di Bandung, Jauh dari kota aslinya Yogya. Rasanya menurut orang Yogya yang mampir pas. Sayangnya ketika saya mampir untuk icip-icip sudah habis. Untung kekecewaan itu terobati bertemu dengan Yu Nap. Saya bertanya Kecap Bangonya, di campur dalam masakan apa? Dalam bacem ternyata. Oh iya. sekarangkan ada khusus untuk bacem kan. Saya sempat mengolah tempe bacem. Benar rasanya persis dengan resep yang diajarkan teman saya (waktu kuliah saya di Yogya)


Sedang produser Tabula Sheila Timothy  berbagi pengalaman ketika sebelum film lahir ia harus mengulek bumbu saat riset. Film ini didedikasikan untuk Ibu Mbak Lala, yang suka memasak. Film yang banyak memperoleh penghargaan ini di putar pada Festival Jajanan Bango. Lagi lagi cerita tentang kuliner membuat orang bersatu.



Fasilitas

Banyak fasilitas yang disediakan penyelenggara,  Kampung Bango, galeri FJB, area minum gratis, cuci tangan, spot foto, area print gratis, ada mobil mini market/ Indomaret, spot foto, toilet (ini penting banget untuk festival makanan, saya lihat ada diberbagai titik yang disediakan), mushalla, ruang kesehatan, ruang menyusui, area anak, warung unilever (sekalian belanja), produk rumah tangga (ada tas, payung daur ulang dari bungkus kecap), layar tancep, panggung hiburan.

Aplikasi 

Berbagai fasilitas
Proses pembuatan kecap


Rasanya puas sekali bisa mencicipi pengalaman (kuliner dan pengetahuan) di Festival Jajanan Bango ini. Dari siang hingga malam hari, anak saya dapat belajar tentang kekayaan kuliner Indonesia dan  bila mereka tidak "bersatu" tentu tidak bisa icip-icip macam-macam makanan.
Dummy makanan

Pintu gerbang






21 comments:

  1. Dua tahun apa tiga tahun lalu ada juga nih festival jajjanan Bangop di Semarang. Asyiik banyak pilihan makanan, ramene puool

    ReplyDelete
  2. kecap Bango itu favorit saya :)

    ReplyDelete
  3. waktu ada di BEkasi akugak ikutan nih mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari dulu aku mau datang. Baru terwujud tahun ini.

      Delete
  4. selalu ke sini setiap ada eventnya ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal. Kuliner Indonesia memang banyak sekali variannya, jadi tidak pernah habis icip-icipnya.

      Delete
  5. aku penggemar kecap bango sejak nikah mbak...g penah ganti2 sampe sekarang wah asyik ya acaranya kpn ada di semarang ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Yogya sudah lewat ya? Kan berdekatan.

      Delete
  6. huhuhu kemarin gak sempat datang, tapi emang bener deh kecap bango tuh enak bangettttttt :P

    ReplyDelete
  7. Replies
    1. Sama. Rasanya pas dengan lidah keluarga.

      Delete
  8. Apa kabar medan? :D
    Kabar bagus untuk pemilik usaha makanan nih. Kini ada kemasan makanan Greenpack yang cocok sekali untuk digunakan berbagai macam makanan. Selain itu, sesuai dengan namanya, box ini sangatlah ramah lingkungan. So, bagi anda yang ingin berbisnis sambil membantu lingkungan kita tetap hijau, jangan lupa gunakan box ini ya.. Cek di sini boxnya http://www.greenpack.co.id/

    ReplyDelete
  9. I’m not that much of a online reader to be honest but your blogs
    really nice, keep it up! I'll go ahead and bookmark
    your site to come back later. Cheers

    My page - tips memilih pakaian untuk pria gemuk ()

    ReplyDelete
  10. Hello, I log on to your blog like every week. Your humoristic style is awesome, keep
    doing what you're doing!

    ReplyDelete
  11. Hi, all is going fine here and ofcourse every one is sharing facts, that's truly excellent, keep up writing.

    ReplyDelete
  12. It's going to be finish of mine day, however before finish I am
    reading this great paragraph to improve my experience.

    ReplyDelete
  13. Hello! I could have sworn I've visited your blog before but
    after going through some of the posts I realized it's new to
    me. Anyhow, I'm definitely delighted I found it and I'll be bookmarking it and checking back frequently!

    ReplyDelete
  14. I must thank you for the efforts you have put in penning
    this website. I really hope to view the same high-grade content by you later on as well.
    In fact, your creative writing abilities has inspired me to
    get my own, personal website now ;)

    ReplyDelete