6/03/2015

Anak Ikut Mencari Nafkah

2 Juni 2015 sepulang acara Blogger Gathering MedicTrust di MidTown Tulodong Atas daerah SCBD, saya melewati jalan Durian. Ada pemandangan yang menohok.

2 anak berjalan bergandengan menembus malam. Anak laki-laki yang lebih besar membawa karung plastik besar. Karung itu tidak berukuran standar. Tampak sambungan dijahit dengan tali rapia.Tidak tahan, saya  menghentikan motor. Mencoba mengajak bicara mereka dan merogoh kantong. Sebenarnya dilema untuk memberikan sedikit rejeki itu, karena takutnya esok dan esoknya mereka menjadi tidak berhenti mencari sampah botol/memulung. Karena disela pekerjaan itu pasti ada saja yang iba.


Semestinya mereka tidak bekerja malam-malam dan berkeliling. Sangat riskan untuk tempat/jalan yang kadang sepi. Saat saya lewat sekitar pukul delapan malam, jalanan lengang karena hari libur.
Saya tahu mereka dalam posisi yang harus fight. Keadaan memaksa mereka untuk melakukan kegiatan ekonomi dengan umur masih muda dan waktu bekerja yang tidak umum.
Ya Allah, itukah bentuk Sabar, Syukur, dan Ikhlas mereka? Mudah-mudahan mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi. Bocah yang seharusnya belajar bukan bekerja. Luaskan rejeki orang tua qurrata 'ayun tersebut. 
Bila lelah dalam mencari rejeki. Bila ada keluh dalam hidup. Ingatlah  banyak orang di sekitar harus berjuang ekstra keras dalam kehidupannya, termasuk anak kecil ini.

13 comments:

  1. terimakasih infonya, sangat bermanfaat dan menambah wawasan

    ReplyDelete
  2. aamiin yra...semoga doanya dikabulkan mak..saya kok sedih melihat fotonya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini kali kesekian saya melihat anak-anak bekerja pada malam hari. Mereka tentu anak yang kuat. Kalau tidak keadaan pasti juga tidak mau. Lalu siapa yang peduli?

      Delete
  3. haduhhh saya sedih liat fotonya, lapangkan rejeki mereka ya Rabb

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Semoga Allah mengabulkan. Kadang kita tidak bisa berbuat banyak untuk menolong. Dengan menulis, orang lain bisa membaca dan berdoa.

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
  4. Aamiin. Semoga orang tuanya diberikan kemudahan dalam mencari rezeki

    ReplyDelete
  5. Semoga dimasa depan anak itu cerah banyak rezekinya :)

    ReplyDelete
  6. sampai malam gitu tentu bahaya ya mbak, mudah2n mereka selalu dilindungi oleh-Nya... saya pernah ketemu anak2 jualan di Botany Square Bogor, saat saya tanya berapa umurnya, dia bilang 3 tahun, bahkan ngomongnya masih pelat....

    ReplyDelete
  7. Trenyuh dan prihatin ya mba, sekecil itu sudah cari nafkah

    ReplyDelete