6/30/2014

ANDAI ADA D-LInk BAYI KAMERA

Seminggu sebelum acara D-Link Community Gathering  saya sudah ke Demang cafe Sarinah. Jam sudah menunjukkan 10.00. Kok belum menunjukkan tanda-tanda ada acara  Oo pasti ada yang salah. Saya hubungi mak Icoel. Memang salah. Saya salah menyimpan jadwal.

Syukurlah tidak jadi karena saya bisa cepat pulang. Saya bisa segera berkumpul dengan Lazua. Malam sebelumnya saya membawa Lazua dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok, karena ia mengaku telah tertelan pecahan bohlam lampu sinter. Rupanya ia iseng menggigit bohlam tersebut. Parahnya... ada rentang waktu dari kejadian hingga ia bercerita dengan saya.

Sebagai ibunya, saya sangat khawatir. Cepat saya membawa ia ke UGD rumah sakit terdekat tidak lupa membawa pecahan kaca yang tersisa.  Sayang di rumah sakit tersebut dokter THTnya sudah pulang. Saya beralih rumah sakit.

Menunggu dokter THT, saya sangat cemas. Berdoa untuk menghilangkan kecemasan. Syukurlah ketika melalui pemeriksaan yang panjang, positif pecahan kaca tersebut tidak tertelan. Alhamdulillah.



Andai ada CCTV di tempat kejadian mungkin saya tidak secemas malam itu. Beruntungnya seminggu kemudian ada acara yang diselenggarakan oleh D-Link. Saya mendapatkan informasi ada kamera untuk mengawasi sang buah hati nama produknya D-Link Bayi Kamera.


Lihat lebih lengkap


Salah satu produknya adalah DCS-825L.  Sebuah produk yang mempunyai banyak keunggulan. Agar runut saya mendapatkan data dari @DlinkID.

1. BabyCamera langsung diakses dari smartphone/tablet. Itu artinya pengguna dapat langsung mengawasi anak melalui gadget tersebut di manapun berada selama ada sinyal atau  internet. Tidak perlu menggunakan PC/laptop. Jadi dalam kendaraan umumpun bisa. Ke pelosok pun bisa. Berpindah tempat tetap bisa mengawasi sang buah hati. Tidak akan terlewat momen yang seharusnya kita berada di sampingnya. Walau nilai kedatangan/kedekatan kita tidak tergantikan namun dengan perangkat ini paling tidak bisa membayar kehilangan momen tersebut.




2. Aplikasi MydLink Baby Camera dapat dengan mudah didownload dari Google Play Store bagi pengguna android dan APP Store bagi pengguna Apple. Ketika saya hadir di acara gathering blogger yang didukung D-Link saya mencoba aplikasi tersebut. Mumpung ada BabyCamera. Tidak memakan waktu yang lama sudah bisa terkoneksi dengan Wifi Baby Camera. Untuk penyimpanan data digunakan cloud.


video

3. Aplikasi tersebut gratis.

4. Compatible dengan IPhone/Ipad yang menggunakan iOS 5.1.1 atau lebih dari itu, sedangkan untuk smarthphone/tablet Android memakai Android 4.01 atau lebih.

5. 1-2-3 Easy Set-up. Menurut pengakuan Ibu Indah dari D-link dan Indah Juli dari Kumpulan Emak Blogger mudah dipasang.

6. Mempunyai temperature sensor. Keunggulan ini memungkinkan kita dapat memantau suhu udara ruangan si kecil. Pada aplikasi gadget yang digunakan akan terlihat merah bila panas dan biru bila dingin. Bisa terpantau karena piranti dapat mengirim notifikasi ke gadget. Pada Piranti juga terlihat suhu ruangan. Biasanya bayi rewel penyebabnya temperatur ruangan yang ekstrim.

Sumber D-Link

Sumber D-Link


7. Mempunyai fitur Day dan Night HD Vision. BabyCamera ini mempunyai infrared untuk melihat dalam gelap. Dalam keadaan lampu mati masih bisa memantau langsung dari gadget. Kualitas gambar 720p HD video.

8. Crying/Motion Sensor. Microphone yang terpasang pada BabyCamera mampu mendeteksi suara. Hasilnya akan terkirim ke gadget.

Sumber D-Link
9. Two-Way Audio. Ada speaker yang diletakkan bagian belakang piranti. Coba saya mempunyai alat ini. Lazua bisa berbicara dengan saya setelah kejadian  walau pengasuhnya tidak sedang berada di sisinya. Tanpa harus menekan nomor handphone/telepon bisa terhubung 

10. Lullaby Player. Orang tua dengan fitur bisa memilihkan lagu agar sang buah hati terlelap. Sayangnya lagu masih terbatas. 




 11.  Snapshot dan Recording. Untuk gadget Android belum bisa menyimpan hasil rekaman. Karena itu kemaren saya merekam menggunakan kamera pocket. Untuk menyimpan hasil rekaman ada MicroSD up to 32 GB. Tangisan dan gerak bayi sebagai trigger alat untuk merekam dengan sendirinya. Bisa di-review kemudian.

12. Portable. Mudah dibawa kemana saja. Menggunakan power bank 5V 2A output. Bila listrik padampun masih dapat difungsikan.

13. Always Comport. Gampang memonitor bayi yang baru lahir, balita, dan anak-anak. Bahkan menurut saya bisa memantau  orang tua yang sudah sepuh. Teringat Abah yang terbaring selama tiga tahun lebih sebelum meninggal. Andai saya sudah mengenal alat ini tentu bisa melihat beliau tanpa merepotkan orang lain.

14. Ring bisa diganti. Tersedia warna merah muda dan biru. D-Link dengan jeli memperhatikan tampilan dari piranti agar pengguna bisa mengganti warna ring BabyCamera

Segudang keunggulan tersebut membuahkan beberapa penghargaan pada BabyCamera


:


:
Tulisan ini diikutsertakan dalam lombacara membuat link pada gambar















6/21/2014

KAKAK

Ini cerita dari  teman saya. Ia ditelepon orang tuanya.

"KK ada di mana?"

"Kakak yaa ada di kantor." Ia sambil berpikir kok tumben orang tuanya menanyakan keberadaannya.  

"KK ada di mana?" 

"Ada di kantor." Kok,  orang tua tidak percaya Ia ada di kantor.

"Ada apa menanyakan Kakak?"

"Mau mengurus sesuatu. Meletakkan KK di mana?

Ha ha ha salah mengerti.



6/18/2014

Sederhana

Pulang dari Ma'had Rahmaniyyah,  saya membeli buah di perempatan. Di sana berkumpul tukang sol sepatu dan yang lainnya. Tidak sempat mengidentifikasi yang lainnya. Salah satu dari mereka memegang akik.  Mereka sedang membicarakan batu tersebut.

Tukang sol sepatu meniup batu tersebut. Kata dia batu tersebut bisa melakukan apa saja (kalau saya tidak salah menangkap 'omongannya'). Temannya tertawa. Spontan saya ikut tertawa. Lelah karena menempuh perjalanan jauh, lenyap. Saya merasakan tawa yang saya lakukan datang dari hati. Terkadang kita sulit untuk tertawa bahkan tersenyum. Mereka bisa melakukannya. Sederhana namun mahal maknanya. Coba saja kalau lagi banyak masalah dan belum bisa mengurainya, apa bisa tertawa seperti mereka.

Ajaibnya ketika tiba di rumah. Anak-anak belum berangkat mengaji. Biasanya saya marah besar. Rupanya pertemuan dengan beliau yang ada di perempatan membuat saya mampu menyederhanakan masalah  (seharusnya demikian).

Saya lebih tenang dan bisa mengajak anak-anak berangkat ke tempat rutinitas mereka.

6/12/2014

Teungku Cik Di Tiro

Azra sedang Ulangan Kenaikan Kelas (UKK). Tadi malam saya tidak membimbingnya untuk membaca ulang pelajaran. Dinihari saya membangunkannya. Sehabis sholat tahajud, ia memilih tidur-tiduran sambil belajar dengan cara tanya jawab.  Pelajaran yang ditanyakan adalah Ilmu Pengetahuan Sosial. Bab yang dipelajari adalah tentang Perlawanan Abad ke 19. Masuk bab pahlawan Aceh. Saya membaca Teuku adalah panglima dan Teungku adalah ulama. Kemudian saya bertanya

"Perlawanan rakyat Aceh di Pidie dipimpin oleh?"

"Teuku Wisnu," jawab Azra sambil merem.

"Ya ampun Za...yang betul Teungku Cik Di Tiro."




TEBAK-TEBAKAN

Lazua  mengajak main tebak-tebakan. 
"Bisa terbang. Punya sayap."
Saya buru-buru menjawab burung.
"Salaah.  Ada anginnya. Ada orang. Pesawat jawabnya Ummi."


Terbangnya terbalik. Ada apinya."
"Pesawat ulang-alik."
"Salaaah, yang benar pesawat luar angkasa atau ro..."
"Keeet."



"Punya lampu. Orangnya hijau."
"Piring terbang." 
"Salah, yang benar A..."
"Alien"
"Ya, benar, atau U... U..."
"Fo"
"Ya, benar."



"Punya baling-baling."
Azra langsung menjawab, "Doraemon."
"Salaaah."
"Bisa putar-putar. Ada orangnya satu. Jawabnya helikopter."


Ketika anak bermain tebak-tebakan ia belajar mendiskripsikan sesuatu, belajar padanan kata, belajar fakta yang benar (misalnya tebak-tebakan helikopter tersebut di atas Lazua hanya mengetahui penumpangnya hanya satu).  Juga belajar tentang kejujuran. Seperti contoh berikut.

"Bisa terbang. Makan orang. Ada duri di panggung."
"Naga."
"Salah."
Kemudian saya menjawab dengan banyak jawaban lain. Karena jawaban tidak sesuai dengan yang diinginkan ia membisiki saya jawabannya.


Saya melongo karena jawabannya Pteranodon. Maksudnya mungkin bukan duri tetapi tanduk. Tentang makan orang memang zaman Pteranodon ada orang. Weih saya bukan ahli Paleontologi. Satu lagi nii juri kok membisiki saya jawabannya. Terus setelah saya saya menjawab sesuai bisikannya. 

Ia berucap, "Yaa Ummi ... betul dan Azra salah."

He he Lazua Lazua, lha wong Azra menjawab juga tidak. Kok bisa salah. Semua yang mendengar celutukannya terbahak-bahak. 

6/01/2014

BILA TB DAN HIV BERSATU

Saya sering terbalik dengan AIDS dan HIV.  Padahal HIV (Human Immuno Deficiency Virus) adalah virusnya sedangkan AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) adalah sekumpulan gejala penyakit yang muncul karena turunnya sistem kekebalan tubuh. Penyebabnya adalah HIV. Akibat kekebalan tubuh menurun mengakibatkan penyakit oportunistik seperti TBC (http://goo.gl/2WFRSY)
HIV adalah golongan retrovirus ditemukan dalam cairan tubuh seperti darah, cairan mani,  cairan vagina dan air susu ibu. Virus ini menyebabkan progresifitas infeksi Mycobacterium TB. Bagi penderita ODHA (Orang Dengan Aids/HIV) TB laten yang bersembunyi dalam badannya akan mudah berkembang menjadi TB aktif.

Pasien  demikian disebut ko-infeksi TB-HIV. Lebih jelasnya ada dua: TB dengan HIV positif  dan ODHA dengan TB. Kasus TB dengan HIV positif di Indonesia terjadi peningkatan tahun 2012 berjumlah 2,2% menjadi 7,5% pada tahun 2013. Epidemi AIDS dan HIV (di Indonesia ditemukan kasus sebanyak 108.600 dari tahun 2005 hingga Juni 2013, perkembangan kasuk termasuk yang tercepat di Asia)



">