4/06/2014

Dicari penderita TB untuk disembuhkan

Seperti iklan lowongan kerja saja ya judulnya. Rupanya pemerintah sangat serius ingin membebaskan Indonesia dari penyakit pembunuh nomor dua di dunia setelah HIV. Sedangkan golongan penyakit inveksi menduduki di tangga pertama. Salah satu cara upaya tersebut adalah mengajak para blogger untuk menulis tentang TB.
Sebelum menemukan pasien TB lebih baik mengenal terlebih dahulu apa itu TB. Penyakit ini disebabkan Mycobacterium Tuberculosis.  Pasti sudah tidak asing lagi di telinga banyak orang. Saya pun mengenal sejak lama. Saat saya SD. Rekaman pada memori terputar kembali. Seorang perempuan muntah darah di saluran (irigasi) dekat rumah ibu saya. Tidak berapa lama setelah muntah beliau meninggal. Beberapa tahun kemudian suaminya meninggal dengan penyakit yang sama. Postur tubuh mereka yang ceking salah satu penanda mereka mempunyai penyakit tersebut.
Hal ini bukan berarti bila di sekitar kita  orang bertubuh demikian pengidap TB. Tidak ya. Ciri-ciri yang lain  dari penyakit ini   lihat iklan lowongan sebagai berikut:

DOK PRIBADI sumber http://health.liputan6.com/read/521884/bukan-batuk-biasa-waspadai-tbc-dengan-8-gejala-khasnya

Sekitar dua puluh lima tahun dari peristiwa berdarah tersebut. Ada dialog saya dengan dokter anak.

“Ibu, anak ibu dirawat! Demam berdarah.”
Deg. Ia baru saja berumur satu tahun empat bulan.  Abinya sedang tugas di Tuban. Malam itu juga ia dirawat di rumah sakit. Mumpung di rumah sakit  ia diobservasi penyakit yang lain. Karena  pertumbuhan berat badannya tidak bagus, belum bisa berjalan, belum bisa bicara dan beberapa kali kejang sejak umur  6 bulan. Tes yang digunakan adalah mantoux/tubercullin dan X-Ray dada.  Dokter anak setelah melihat hasil lab dan X-Ray ia dinyatakan mengidap TB. Perkiraan saya bakteri itu melalui aliran darah sampai ke tulangnya sehingga umur dua tahun lebih baru bisa berjalan dan juga ginjalnya terpapar sebab urinenya berdarah. Sedangkan kejangnya.... apakah juga bakteri itu sampai ke otaknya? Sayang  saya tidak dengan detil bertanya pada dokter.
Semenjak itu ia meminum obat tiap pagi selama 6 bulan. Tidak boleh terlewat. Obat yang dikonsumsi anak saya adalah INH, PZA (Pirazinamid), dan RIF (saya tidak tahu kepanjangannya apakah Rifampisin atau Rifadin)
Selain itu kami juga harus selalu siap dengan obat anti kejangnya. Ia juga harus di EEG untuk mengetahui terganggu atau tidak otaknya.
buku berobat Anak

Setelah selesai terapi obat kami menambah lagi atas saran dokter agar benar-benar tuntas. Sekarang saya baru tahu kalau tidak selesai akan menyebabkan kekebalan ganda terhadap Obat Anti Tuberkulosis (OAT) atau Multi Drug Resistance (MDR).
Kini usianya sudah sepuluh tahun (kelas 5 SD) dan  berat badannya sudah baik, malah cenderung kelebihan.



Penularan
Kami dulu mengontrak rumah di tempat perumahan yang padat. Jalanan juga sering macet didaerah tersebut. Polusi jangan ditanya. Tentu penyebabnya tidak hanya itu. Tertular dari penderita sangatlah mungkin.  Tidak hanya orang di tempat yang padat saja bisa terjangkit orang di tempat yang sejuk, bersih bisa saja terpapar penyakit ini, bila ada yang menularkan.  Bassili terlempar ke udara lewat batuk, bersin, berbicara dan ludah. 

Perlu usaha yang intens agar rantai penularan terputus. Kementerian Kesehatan sejak tahun 1994 menggunakan strategi DOTS (directly observed treatment shourt course) untuk menanggulangi TB. Dengan menyediakan OAT secara gratis. 

Secara pribadi  jaga kesehatan dengan baik, sebab bakteri bisa saja ada dalam tubuh kita istilahnya TB laten. Jangan sampai menjadi aktif. 



http://37mw.blogspot.com/2014/04/psa-iklan-tb-indonesia-pentingnya-pmo.html




Referensi

http://www.tbindonesia.or.id/
http://www.stoptbindonesia.org/
http://www.depkes.go.id/
http://health.liputan6.com/read/521884/bukan-batuk-biasa-waspadai-tbc-dengan-8-gejala-khasnya








7 comments:

  1. ih serem ya mak, saya juga anak pertama suka kejang gitu kalau demam :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah setelah dua tahun ia tidak pernah kejang lagi.

      Delete
  2. betul banget makk, jika demam apalagi kejang harus segera ditangani,ponakan saya akhirnya terkena tumor otak atau meningitis, akhirnya meninggal setelah sakit selama 14 tahun

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
  3. sabar dalam pengobatan, syukur masih bisa diobati dan ikhlas menjalankannya .... bener juga mak... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas sekali kata-katanya dengan tema blogku mak Helni

      Delete