1/31/2013

Tips dari AA Gym untuk Membersihkan Hati

30 Januari 2013
Saat menghirup asap knalpot kendaraan di Jakarta tahun 1998, saya melihat ada yang berbeda dengan stigma yang melekat di kepala saya tentang Jakarta. Ini bukan tentang udara kotor yang mengepung paru-paru saya, tetapi masih banyak orang yang peduli dengan orang lain. 

Setiap Maulid masyakat Betawi membaur dengan pendatang memakmurkan mesjid (tentu tak even ini saja) Menurut Mama Dedeh Maulid adalah bid'ah hasanah. Sesuatu yang dilakukan walau zaman nabi tidak dilaksanakan karena manfaatnya banyak. Tablig tanda kepedulian. 

Bertempat di Mesjid Al Makmur Ciganjur Cipedak Jagakarsa, Kyai Haji Abdullah Gymnastiar berkenan hadir untuk memberikan tausyiah. Seperti biasa beliau senang bikin singkatan. Kali ini TENGIL.
What's the meaning tengil? Dalam KBBI daring artinya menyebalkan. Sudah benar atau belum? 

T-Takabur
  • Orang sombong tidak suka mendengar nasihat dan kritikan.
  • Apa yang disombongkan. Kita mulia karena Allah memberi kemuliaan. Allah menutup kejelekan kita.
  • Tak usah merasa sombong bila dipuji karena semua titipan
  • Jangan melihat orang lebih rendah/meremehkan. Kalau melihat yang muda semestinya hati bicara, mereka masih sedikit dosanya, sedangkan melihat yang lebih tua pahalanya  sudah banyak. Hati menjadi qalbun salim karena selalu nyaman melihat orang lain.
  • membersihkannya dengan tawadu
E-Egois
  • Ego itu normal, yang tak normal adalah egois. Orang bahagia itu mendahulukan orang lain. Misalnya dalam bus mempersilahkan orang yang hamil, membawa anak, disabilitas, orang tua. 
  • Orang sukses adalah orang yang paling banyak manfaatnya. AA menganggap dirinya yang sedang duduk di hadapan jamaah tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan 26 guru (AA baru saja mengunjungi mereka) yang sedang membimbing anak berkebutuhan khusus_ autis. Guru-guru tersebut luput dari perhatian orang banyak namun Allah melihat keikhlasan mereka.
  • Orang mulia karena orang tersebut banyak memberi. Ada pemuda berjalan kaki membeli buah. Tidak menawar malah berkata pada penjual biar saja dicampur tak usah dipilih yang bagus (ah tutup muka kalau belanja pasti memilih yang bagus-bagus dan kadang minta harganya lebih direndahkan)
  • Kemulian tidak datang dari topeng.
N-Norak 
  • Ingin lebih terlihat dari kenyataan. 
  • Capek hanya ingin dinilai orang lain. Ingat cerita Lukman Hakim mengajak anaknya ke pasar membawa keledai. 
  • Berdandan untuk menghormati orang bukan untuk orang lain. Misalnya Aa pakai surban. 
  • Jangan takut dicaci. 
  • Jangan hanya ingin dipuji. Aa pernah mengalami disanjung oleh banyak orang kemudian dihujat banyak orang
  • Tidak bahaya dihina orang lain yang bahaya adalah menghina orang lain. Kuatkan hati. 
G- Galak
  • Lebih baik bersikap tegas. Aa menerangkan dengan cerita lucu. Tiap hari mbak memecahkan piring. Panggil saja. Tidak usah dimaki. "Punya otak gak?" Lebih baik tanyakan, perjanjian diawal kalau memecahkan piring tiap hari  maka phk dan doakan si mbak mendapatkan tempat pekerjaan yang baru piringnya tidak terbuat dari kaca.

I-Iri
  • SMS- Susah melihat orang senang. Senang melihat orang susah. Berikutnya lagu kebangsaan Aa jagalah hati berkumandang.



  • Jangan sedih bila orang lain selalu mencari kekurangan kita. Karena kadang kita sendiri tak bisa dan tak sempat mencari kekurangan diri. Berterimakasihlah, orang yang  telah meluangkan waktu memikirkan kekurangan diri kita seharian hingga aktivitasnya sendiri terganggu.
L-Licik
  • Tidak selamat walau sedikit zarah mendustakan kebenaran dan meremehkan orang lain.
  • Dihina karena jujur lebih menenangkan. Allah akan memberikan sakinnah. Sedangkan orang yang tidak jujur akan dihujamkan rasa takut gelisah. Punya kasur empuk disiksa dengan ketidaktenangan. 
  • Lebih baik ingin cukup daripada ingin kaya. Ketika ingin makan rejeki cukup, menyekolahkan anak cukup, ingin beli rumah cukup, pergi naik haji cukup. 
  • Orang yang bersyukur, hidup jujur dan berpendapat yang penting bahagia. Orang yang bertawakal pada Allah maka akan dicukupkan Allah
Jangan gampang sakit hati, selalu semangat, tegas, santun, dan jujur.
Sayang tidak membawa kamera dan hanya HP  zoomnya terbatas maka wajah Dewi Sandra yang turut hadir diacara tersebut tak bisa diabadikan.

1/30/2013

DL 30 September Cerbung Majalah Ummi


Kategori: Cerbung
Cerita bersambung Anda dengan tema bebas. Ketentuan: 1) Panjang cerita maksimal 50.000 karakter, 2) Diterima Redaksi paling lambat 30 September 2013, 3) Pengumuman di edisi 12/XXV Desember 2013. Setiap pemenang berhak mendapat piagam penghargaan, berlangganan Ummi 6 edisi, dan uang tunai Rp1.500.000 (pemenang I), Rp1.200.000 (pemenang II), Rp1.000.000 (pemenang III).

Ketentuan Umum:
1. Tema tulisan atau cerita tidak melanggar hukum, etika dan SARA.
2. Naskah karya asli sendiri, belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba penulisan serupa.
3. Peserta boleh mengirim lebih dari satu naskah, amplop terpisah. Tempel kupon asli di kiri atas amplop.
4. Sertakan data diri lengkap, fotokopi KTP, nomor rekening, dan NPWP pada lembar terpisah.
5. Naskah dikirim ke e-mail: kru_ummi@yahoo.com, dan pos ke Redaksi Ummi, Jl Mede 42, Utan Kayu, Jakarta Timur 13120.
6. Naskah menjadi hak Ummi, tidak dikembalikan. Naskah yang layak dapat dimuat dan memperoleh honor sebagaimana biasa.



DL 1 juli Tamu Kita -Majalah Ummi

Kategori: Tamu Kita
Tulisan/profil seputar tokoh perempuan Indonesia yang shalihah, inspiratif, dan memiliki sumbangsih besar bagi masyarakat.

Ketentuan:
1) Usia profil 20-50 tahun, konsisten berbusana muslimah, dan kiprahnya sudah merambah/dirasakan manfaatnya minimal sampai tingkat kabupaten.
2) Panjang tulisan 8.000 karakter, sertai foto profil, foto kegiatan, dan foto keluarga.
3) Diterima Redaksi paling lambat 1 Juli 2013.
4) Pengumuman di edisi 9/XXV September 2013.

Hadiah :
Setiap pemenang berhak mendapat piagam penghargaan, berlangganan Ummi 6 edisi, dan uang tunai Rp1.000.000 (pemenang I), Rp900.000 (pemenang II), Rp800.000 (pemenang III).


DL 1 maret dari Majalah Ummi: Senyum Simpul


Ikuti!
3 Lomba Menulis Ummi 2013
Berhadiah Uang Tunai dan Berlangganan Majalah Ummi

1. Kategori: Senyum Simpul

Tulis pengalaman menarik yang membuat orang tersenyum simpul.

Ketentuan :
1) Panjang tulisan 2.500 karakter.
2) Diterima Redaksi paling lambat 1 Maret 2013.
3) Pengumuman di edisi 4/XXV April 2013.

Hadiah
Setiap pemenang berhak mendapat piagam penghargaan, berlangganan Ummi 6 edisi, dan uang tunai Rp400.000 (pemenang I), Rp300.000 (pemenang II), Rp200.000 (pemenang III).


Ketentuan Umum:
1. Tema tulisan atau cerita tidak melanggar hukum, etika dan SARA.
2. Naskah karya asli sendiri, belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba penulisan serupa.
3. Peserta boleh mengirim lebih dari satu naskah, amplop terpisah. Tempel kupon asli di kiri atas amplop.
4. Sertakan data diri lengkap, fotokopi KTP, nomor rekening, dan NPWP pada lembar terpisah.
5. Naskah dikirim ke e-mail: kru_ummi@yahoo.com, dan pos ke Redaksi Ummi, Jl Mede 42, Utan Kayu, Jakarta Timur 13120.
6. Naskah menjadi hak Ummi, tidak dikembalikan. Naskah yang layak dapat dimuat dan memperoleh honor sebagaimana biasa.





Sumber : http://ummi-online.com/berita-550-lomba-menulis-ummi-2013.html

1/29/2013

Ujung Jalan

Suatu saat
Tak pernah ada yang bisa menahanku pergi begitu sebuah puisi menyeruak.
Kini aku mengerti sebuah perjalanan itu ada ujungnya
Berlari
Berjalan
Atau diam saja
Bahkan aku tidur
Aku akan tiba
Naik kendaraan apa? Itu masalahnya.
Apa yang aku lakukan itu yang menentukan nasib di ujung jalan
Aku tidur naik apa?
Naik kendaraan yang pelanpun
Aku akan cepat sampai.
Naik pesawat super cepatpun
Aku akan lambat pada ujung jalan itu.
Tak ada yang pernah tahu kapan di ujung jalan... itu?

Air Hangat

Beberapa hari ini Lazua lebih gampang dibangunkan. Matanya cepat terbuka ketika kartun kesayangannya disebut. Jadwal tayangnya pagi sekali menurut ukurannya.
Namun..
Matahari hangat di akhir Januari, tak membuatnya segera bangun pagi.
"Ya Kartunku sudah habis ya!" nada kecewa di bibir merah cowok kecilku.
"Tak apa kan. Besok masih ada lagi."
Kali ini ia tidak marah. 
"Ambilkan bantal aku mau tiduran."
Tak berapa lama ia meminta untuk makan. Lazua berbeda dengan Abang dan kaka. Dari kecil aku menerapkan disiplin semua kegiatan itu harus ada urutannya. Kalau mereka menolak, dengan cara apapun termasuk dengan kekerasan. Kepada Lazua tidak aku lakukan. Benar-benar longgar.
Selesai sarapan ia meminta aku mengetikkan truk panjang di Youtube. Lagi-lagi seumur dia belum bisa membaca dan menulis. Sekali lagi sangat berbeda dengan Abang dan Kaka,  belum genap 6 tahun sudah kelas 1 SD. Sementara Lazua sekolah TK pun belum. Kami menunggu usia 5 tahun untuk memasukkannya  TK.

1/28/2013

Haram

Kemaren
Ummi kehabisan stok  untuk menerangkan kepada Lazua. Ketika ia menemukan Pipiw (bahasa QAL untuk perempuan berpakaian dalam) pada tontonan internetnya. Tak ada filter memang. 
"Lazua, tahu gak nak itu haram, " terdengar sadis rasanya bahasa Ummi terhadap anak balita. 
"Haram itu berarti berdosa," duh apalagi dosa. Hal abstrak baginya.
"Di akhirat mata orang yang menonton akan ditusuk dengan besi panas bila melihat yang bukan haknya, " tambah parah Ummi menjelaskan hal ini pada anak.
Eh ajaib dia menurut. Langsung menutup kartun Pipiwnya.

Boleh Habiskan


Lazua dan Azra sedang meminum jus  kulit Manggis + be polen. Dengan rukunnya satu gelas berdua (untung tak ada penyakit yang bisa saling menularkan).
"Dek, boleh abang habiskan?"
"Boleh, tapi sisakan sedikit ya!"
"Aneh banget adek ini boleh dihabiskan tetapi sisakan sedikit. Bagaimana itu?"
Umminya sedang kosentrasi pada hal yang lain, baru tertawa setelah dijelaskan Azra dua kali.



1/25/2013

Asuransi Syariah



Saya mengenal asuransi ketika  masih kecil. Tentu saja waktu itu belum ada syariah dari  Nenek  yang sekolahnya sampai kelas 3 SD zaman sebelum kemerdekaan.

Satu hal yang beliau inginkan dalam hidup biaya berobat kelak tak begitu memberatkan anak-anak. Alhamdulillah anak-anak beliau rejekinya cukup sehingga  tak perlu khawatir dengan biaya rumah sakit. Bagaimana dengan orang tua yang anak-anaknya belum mapan? 


Tahun1998 menyadarkan orang bahwa ekonomi syariah tak terpengaruh dengan imbas kerusuhan pada waktu itu. Mulai dilirik pelaku industri. Bahkan sekarang begitu pesat perkembangan ekonomi syariah termasuk industri asuransi syariah.

Bicara tentang suatu produk, alasan orang membeli suatu produk adalah karena produk tersebut bermanfaat. Banyak sekali manfaat asuransi terutama yang berbasis  syariah bagi kehidupan saya dan keluarga.

Ketika kami belum mempunyai momongan kami sudah membeli polis jiwa. Pertama yang kami miliki adalah syariah. Persis setahun setelah kerusuhan. Premi yang kami beli sesuai dengan kemampuan kami membayar yaitu Rp 800.000 per tahun. Sebuah kewajiban yang besar bagi keluarga saya pada waktu itu. Sepuluh tahun kami menabung. Akhirnya terkumpul sejumlah dana.

Semestinya sebuah polis asuransi jangan dicairkan  hingga manfaatnya (uang pertanggungan) didapat. Karena kami perlu uang untuk membeli kendaraan maka polis kami kembalikan. Prinsip utama membeli asuransi gugur. Semakin tua seseorang masuk asuransi semakin besar tabbaru yang harus mereka sumbangan karena faktor resiko umur. Semakin muda seseorang memiliki polis semakin murah atau dengan kata lain manfaat yang ia peroleh semakin besar. Ini saya ketahui karena saya pernah bekerja menjadi agen salah satu asuransi. Nasabah saya membelikan anaknya yang masih berusia SD, benar nilai yang ia capai lebih tinggi.

Angka kesejahteraan di suatu negara semakin tinggi maka  animo  rakyat untuk melindungi dirinya di masa depan semakin tinggi. Tentu menabung untuk masa depan bukan yang salah dalam Islam karena tidak ada unsur judi atau maisir.

Ketika anak  pertama saya TK 8 tahun yang lalu  saya bertemu dengan orang tua teman anak saya, mereka bekerja sebagai profesional  dan sangat memperhatikan bahwa tak ada yang tahu besok kita sakit atau sehat. Hal yang perlu saya ancungi jempol mereka mempunyai asuransi kesehatan. Suatu hal yang sangat jarang dibeli oleh individu. Sedangkan keluarga saya setiap tahun untuk asuransi kesehatan_ rawat inap  di belikan oleh kantor.

Suami karyawan, sedang saya sudah 3 tahun ini memilih untuk  lebih kosentrasi membesarkan anak. Teringat dengan orang tua teman anak dan kebetulan ada rejeki  saya merasa perlu memiliki sebuah polis kesehatan. Tentu saja manfaatnya bisa menjadi  dana pensiun.  Sekarang keluarga saya memiliki tiga polis walau nilai  tak besar Insya Allah cukup. Asuransi pendidikan, jiwa dan kesehatan. Sebenarnya kami mempunyai lima polis karena keperluan membeli kendaraan dua polis kami jual. Itulah yang disebut melindungi jiwa sembari berivestasi. 
Kemampuan membayar dalam membeli harus dipikirkan. Bertahun kami membuktikan rejeki Allah selalu saja hadir asal kita datang menjemputnya. 

Bagi yang belum mempunyai asuransi syariah, sekarang banyak pilihan asuransi syariah antara lain Allianz Syariah. Mereka mempunyai produk Allisya yang telah mendapat persetujuan dari Dewan Pengawas Syariah yang direkomendasikan  oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.



Sumber

1/24/2013

Cerpen: Asuransi Syariah DL 25 Januari 2013


http://salingmelindungi.com/lomba-cerpen/ketentuan-cerpen/

Ketentuan Cerpen

SYARAT PENDAFTARAN

  • Peserta adalah individu yang memiliki ide, kreatifitas, inovatif dan memiliki semangat untuk melakukan perubahan. Peserta terbuka bagi siapa saja, profesi apa saja, umur berapun juga, tinggal dimana saja dan tanpa memandang SARA. Selama peserta mengikuti peraturan yang telah ditetapkan panitia.
  • Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan panitia.
  • Telah menjadi Follower Twitter MES & Allianz [@MES_Indonesia & @AllianzId]
  • Mempunyai account jejaring sosial (facebook, twitter, atau blog)
  • Setiap peserta hanya berhak mengajukan satu tulisan terbaiknya.
  • Pengumpulan cerpen diserahkan dalam bentuk Softcopy dan Hardcopy.
    • Untuk Softcopy paling lambat tanggal 25 Januari 2013 pukul 24.00 WIB yang dikirimkan ke email: sekretariat@ekonomisyariah.org atau klikDISINI.
    • Untuk Hardcopy paling lambat tanggal 25 Januari 2013 cap pos. Dikirimkan rangkap 3 dalam amplop coklat yang  dialamatkan ke :
Panitia Islamic Insurance Community
Kantor Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah
Jl Setiabudi Tengah No. 29, Kuningan, Jakarta Selatan – 12910
  • Pengumuman pemenang lomba diinformasikan melalui website panitia dan website Allianz Indonesia
  • Para pemenang akan diundang Company Visit ke Kantor Pusat Allianz Indonesia sekaligus Penyerahan Hadiah yang akan dilaksanakan pada bulan Februari 2013 di Allianz Tower, Kuningan, Jakarta Selatan

Lomba Asuransi Syariah DL 25 Januari 2013


DL 25 Januari

Ketentuan Lomba Blog

SYARAT PENDAFTARAN

  • Peserta adalah individu yang memiliki ide, kreatifitas, inovatif dan memiliki semangat untuk melakukan perubahan. Peserta terbuka bagi siapa saja, profesi apa saja, umur berapun juga, tinggal dimana saja dan tanpa memandang SARA. Selama peserta mengikuti peraturan yang telah ditetapkan panitia.
  • Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan panitia.
  • Telah menjadi Follower Twitter MES & Allianz [@MES_Indonesia & @AllianzId]
  • Mempunyai account jejaring sosial (facebook, twitter, atau blog)
  • Setiap peserta hanya berhak mengajukan satu tulisan terbaiknya.
  • Peserta boleh mempublikasikan tulisan blognya di blog yang dimiliki. Silahkan mendaftarkan blognya DISINI. Mohon diisi dengan lengkap dan jelas link halaman yang mempublikasi tulisan blog yang ingin diperlombakan.
  • Sedangkan bagi yang tidak punya blog, dapat mempublikasikan di website yang disediakan panitia ini. Silahkan mendaftarkan DISINI untuk mendapatkan user dan pass. Gunakan user dan pass tersebut untuk mempublikasi tulisan blog-nya dengan login DISINI.
  • Bagi peserta yang mempublikasi tulisannya di blog masing-masing, maka wajib memasang Badge Islamic Insurance Community dengan memasang code berikut ini:
    <p align=center><a href=”http://salingmelindungi.com/” title=”Islamic Insurance Community”><img src=”http://salingmelindungi.com/wp-content/uploads/2012/12/Banner-IIC-Blog.png” alt=”Banner IIC Blog” title=”Banner IIC Blog” height=”300″ width=”187″></a></p>
    Jika code di atas tidak bekerja, maka dicoba mengganti tanda petik dua menjadi tanda petik tunggal
  • Banner IIC Blog
  • Pengumuman pemenang lomba diinformasikan melalui website panitia dan website Allianz Indonesia
  • Para pemenang akan diundang Company Visit ke Kantor Pusat Allianz Indonesia sekaligus Penyerahan Hadiah yang akan dilaksanakan pada bulan Februari 2013 di Allianz Tower, Kuningan, Jakarta Selatan

SYARAT LOMBA BLOG

  • Menulis sesuai dengan ketentuan panitia.
  • Bagi peserta yang mempunyai blog, wajib mempublikasi tulisan di blog yang dimiliki. Sedangkan bagi pserta yang tidak mempunyai blog, maka tulisan akan difasilitas panitia di website ini.
  • Tulisan maksimal memuat 1.000 kata.
  • Memiliki Originalitas gagasan yang dapat dipertanggung jawabkan, bukan terjemahan, saduran, dan bukan hasil plagiat, kutipan harus dicantumkan dengan jelas
  • Setiap tulisan harus mengandung kata “SYARIAH” yang diberikan link ke http://www.ekonomisyariah.org/ dan  kata “ASURANSI SYARIAH” yang diberikan link ke http://www.allianz.co.id/AZLIFE/Indonesian/Products/Sharia/
  • Tulisan tidak berisi mendiskreditkan kelompok tertentu terkait isu SARA, melanggar kesusilaan dan pornografi.
  • Karya Blog belum pernah ditayangkan dan tidak sedang dikirimkan ke media manapun
  • Penilaian akhir akan dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2013
  • Penilaian penulisan sesuai dengan kriteria yang ditentukan panitia dan melibatkan para dewan juri berbagai unsur agar mendapatkan hasil penilaian yang valid dan objektif.
  • Kriteria penilaian akan melihat beberapa indikator, diantaranya:
  1. Jumlah dan kualitas komentar para pembaca tulisan,
  2. Kualitas, kejelasan dan ketepatan penyampaian isi tulisan,
  3. Kesesuaian terhadap ketentuan panitia.

 TEMA PENULISAN BLOG :

(Silahkan dipilih salah satunya)
  • Kesanku Tentang Asuransi Syariah
  • Asuransi Syariah & Tren Kebutuhan Kehidupan Sosial Masa kini
  • Mengedukasi Masyarakat Tentang Asuransi Syariah

DEWAN JURI :

  • Pengurus Pusat MES
  • Praktisi Asuransi Syariah
  • Wartawan Media Online

1/23/2013

Asertif

Ketika menulis  Bagaimana Cara Mendidik Anak di Era Globalisasi  menemukan kata-kata asertif. Menjelajahi berbagai tulisan di blog dan e-book, saya mengambil kesimpulan asertif itu adalah adalah salah satu sebuah sikap komunikasi seseorang. Berani menyatakan pendapat tanpa harus membuat lawan bicara tersinggung. Sulit ilmu yang satu ini, tetapi bisa toh dipelajari.

Asertif  berdampingan dengan tegas. Berbeda dengan kasar, keras, agresif. Sering kasar dan keras diartikan sebagai ketegasan. Misalnya kita tidak suka dengan seseorang kita meludah di depannya dengan sengaja. Menurut saya itu kasar bukan tegas. Bukan menyatakan sebuah sikap yang baik. Kalau tidak setuju dengan seseorang lebih baik katakan daripada anda berkubang dengan kebencian. Seumur-umur anda akan dihantui oleh kebencian. Anda tak akan bisa fokus pada pekerjaan bila hati anda penuh kebencian. Ingat lho Allah Maha Tahu hati seseorang.

Hari ini saya menangkap seorang anak  meludah dari lantai dua. Saya tidak marah namun memilih memberi tahu dengan baik padanya. "Sebaiknya jangan lakukan itu  karena ludahmu  bisa mengenai orang yang di bawah."
Saya kira ia tidak masuk ketika pelajaran IPA. Guru  menerangkan  yang terkandung dalam  ludah tersebut. 

Ketika belum banyak membaca tentang komunikasi dengan anak dan  sikap  Rasul terhadap anak-anak, kadang saya  kasar terhadap anak-anak. Pemikiran dan sikap yang salah. Kasar dan keras terhadap anak memang cepat membuat mereka mematuhi keinginan saya. Namun umurnya tak panjang. Mereka patuh namun tak mengerti. Hanya takut.

Kadang takut membuat seseorang submisif, tidak berani mengemukakan yang dirasakannya dan tidak disetujuinya. Kalau mengatakan apa adanya membuat orang yang agresif akan melakukan sesuatu pada dirinya. Perlu perjuangan memang dari submisif ke asertif. 






Bagaimana Cara Mendidik Anak di Era Globalisasi


Ahad tanggal 6 januari 2013. Pagi sekali sekitar jam 07.00 aku berangkat dari rumah. Menurut undangan telat. Alhamdulillah acara belum dimulai. Ketika berada di parkiran motor bertemu Eti (Nur Baiti) teman yang menginfokan seminar gratis yang bertajuk Bagaimana Cara Mendidik Anak di Era Globalisasi.

Acara dimulai oleh pembawa acara dengan mengajak peserta menyuarakan jargon: Al Iman- memberi, membagi setulus hati. Talk show- keluargaku, surgaku. Selanjutnya udara aula Mesjid Al Wiqoyah dipenuhi oleh tiga orang anak tasmi’ surat An-Naba. Menyentuh tak hanya karena ia hapal namun juga berani menunjukkan cintanya pada Qur’an. Hanya orang yang mau saja untuk mengingat dan berusaha menempelkan di kepala Kalamullah. Masya Allah. Sangat beruntung orangtuanya bila putra putrinya mau menghapal (tentu juga mengimplimentasikan dalam kehidupan), orang tuanya akan mendapatkan mahkota di negeri abadi nanti.




Sementara orang tua mengikuti seminar anak-anak mengikuti lomba mewarnai, sayang tak sempat mendokumentasikan kegiatan anak-anak tersebut.


Dihadapan peserta sudah berdiri ketua panitia Ustaz Fauzi Bahreisy. Beliau bercerita asal muasal Majelis Al Iman dari Forsika. Saat ini akan membangun Al-Iman Islamic Center (http://www.alimancenter.com/default/al-iman-islamic-centre.html). Kegiatan yang sudah berlangsung adalah sarana pengajaran tahsin, pelatihan pengkaderan, pengurusan jenazah, pengembangan website, pelatihan sebagai amal saleh memberikan kontribusi sebesar-besarnya untuk umat. Untuk itu perlu sebuah tempat sebagai sentral kegiatan. Langkah pertama adalah pembebasan lahan. Perlu banyak dana untuk langkah-langkah tersebut.

Astri Ivo: Pendidikan Anak di Era Globalisasi
Anak-anak shaleh itu tidak dilahirkan tetapi hasil didikan. Begitu artis cantik luar dalam ini memulai wacana tentang bagaimana cara mendidik anak di era globalisasi. Hampir semua orang dari anak-anak hingga orang dewasa kini mempunyai tetangga tak hanya yang di sebelah rumah namun juga global karena internet.


Banyak orang tua, tidak siap menghadapi tantangan global, seperti diterjang tsunami canggih dan intensitasnya sering. Globalisasi merupakan suatu dampak akibat  semakin majunya teknologi serta cara berpikir manusia, dapat berdampak positif maupun negatif pada setiap orang. Pandai-pandailah memilah dan memilih informasi dan budaya yang datang dari luar.

Orang tua hendaknya

  • mendampingi dan mengenali dunia anak
  • menciptakan keluarga harmonis
  • memperbaiki komunikasi dengan anak
  • Ingat bukan tugas salah satu orang tua tetapi tugas bersama ayah dan ibu
  • Ikuti perkembangan teknologi

Tugas utama orang tua memberikan landasan yang kuat dan bekal yang cukup untuk menghadapi era baru. Kewajiban mendidik hingga gerbang surga. Dalam surat Al-Lukman itu ada parenting.

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

Mengerti perkembangan tahapan anak adalah salah satu langkah yang harus dipunyai orang tua. Anak bukan milik tetapi titipan. Ingat didiklah anakmu karena ia hidup bukan di zamanmu (Hadits Rasulullah). Setiap anak lahir dalam keadaan fitrah. Anak adalah amanah, permata hati, tumpuan harapan dan cita-cita sekaligus ujian.

Berinteraksi dengan ketiga putranya Astri Ivo sering menemukan anak-anaknya mempunyai pendapat sendiri. Freedom of choice. Namun harus diingat kebenaran milik Allah. Setiap pilihan hendaknya berlandaskan hal tersebut. Landasan yang dapat mem-back up pengaruh media. Pengaruh itu pada pengetahuan,

- cara berfikir,
- bersikap
- perilaku.

Media berdampak positif bila

- muatannya edukatif
- sebagai hiburan yang mengolah rasa dan mencerahkan
- dikonsumsi secara proporsional
- ada pedampingan  orang tua.

DR Sitaresmi Soekanto

Definisi dunia berubah menjadi desa kecil akibat adanya internet. Jangan sampai kecanggihan teknologi menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh.  Artinya, orang yang di samping kita (keluarga) tidak dekat secara komunikasi namun orang yang jaraknya jauh malah lebih intens. Pernah melihat sekeluarga pergi ke restoran malah masing-masing sibuk dengan gadget.

Nenek muda yang masih berumur di bawah limapuluh tahun ini acapkali bergaul   dengan cucu yang masih berumur 4 tahun. Ada hal yang membuat beliau terperangah ketika sang cucu bertanya, “Mengapa di buku ini tidak ada gambar Nabi Muhammad?” Pertanyaan seperti ini tidak muncul pada generasi orangtuanya.

Ibu Sitoresmi menjawab pertanyaan, “Biar surprise… nanti bisa bertemu Rasulullah di surga.” Menjawab pertanyaan anak harus sesuai umur,  imbuh Ibu Sitoresmi.

Fungsi bimbingan dalam rumah  diharapkan anak mempunyai imunitas yaitu  kemampuan memilih dan memilah. Al Qur'an sebagai pembeda mana yang haq mana yang batil.  Qur'an adalah furqan

Kadang orang tua bersifat  egois ketika berinteraksi dengan anak. Sifat yang sebaiknya dihilangkan.   Seperti yang diceritakan  seorang anak kepada Ibu Sitoresmi.

"Ibuku  memaksakan  kehendak agar aku masuk ke jurusan IPA padahal aku memilih jurusan yang lain.”

Jawab beliau, "Katakan kepada Ibumu ajari  aku  matematika atau hal-hal eksak tiap hari. Pasti sang ibu berkata, “Baiklah pilihanmu yang dijalankan.”

Menghadapi dunia yang berjalan dengan cepat dan penuh godaan ini orang tua harus menjadi sahabat bagi anak-anak dan remaja.  Syaratnya harus menyediakan waktu.  Walau sesibuk apapun dengan cara berdialog misalnya.  Libatkan diri dengan kehidupan mereka bukan sekadar melihat atau menjadi pangamat. Arahkan  hobi/minat anak pada hal positif. Anak-anak harus mempunyai cita-cita dan ajarkan anak bersikap asertif.  katakan dengan jujur tanpa menyakiti. Pernah terjadi pada anak bu Sitoresmi diajak masuk gereja untuk menunjukkan ia toleransi atau tidak. Sikap anak tersebut menolak dengan sopan dan menunggu di depan saja.

Sikap asertif juga harus dimiliki  pada kasus-kasus narkoba dan sex bebas. Anak mengatakan tidak bukan karena insyaf namun sejak awal mengatakan mau bebas dari kasus tersebut.  (Bagi remaja/orang dewasa yang sedang dalam kasus tersebut, semoga dibukakan hati (doaku), takutlah pada waktu yang abadi nanti, karena siksaan tak akan pernah berhenti, lebih baik membersihkan diri di dunia).

Bu Sitoresmi juga menyarankan pada para Ibu lebih mencek hapalan Qur’an daripada jauh-jauh ke pasar grosiran hanya ingin membeli barang lebih murah. Sayang waktunya. Setelah itu  beliau mengajak para peserta seminar untuk menyaksikan sebuah video.

Pertama yang muncul adalah Tiger wood sedang melatih para pemain golf. Ketika di ajarkan oleh Tiger mereka bisa memukul bola dengan baik. Namun ketika Tiger meninggalkan lapangan yang terjadi adalah pukulan para pembelajar tersebut  bubrah. Kacau.
Kemudian seorang dirijen mengarahkan pada bagian orkestra. Irama yang terorkestra baik musik bagi telinga.

Apa yang terjadi bila anak kecil memimpin orkesta. Otak seperti orkestra. Bila yang memimpin anak kecil maka yang terjadi adalah disharmoni,  masih banyak  sinaps yang belum terhubung. Mereka belum bisa menguasai diri sepenuhnya.

Bagaimana dengan yang remaja, orkestra mulai menghasilkan harmoni, namun belum sempurna. Masih saja ada sinyal-sinyal yang kacau dan kadang tak dapat mengontrol apa yang terjadi.  Pada saat remaja banyak  hal yang terjadi pada lobe frontal.


Bertemu teman lama,  Novi- juga adik teman kuliah, Irna  yang kini  tinggal di Kendari

Sesi Tanya Jawab

 Anak adalah ujian.  Apakah semua anak ujian? bagaimana cara mendidik anak yg baik?

Jawabannya:

Manusia itu peserta ujian. Sayang tidak bisa pilih memilih soal ujian, Tak semua anak ujian. Kalau kebagian ujian seperti ini sungguh-sungguhlah mendidik anak. اَللّهُ akan memberi  selalu way out. Anak itu amanah harapan cita-cita. Dia harus cerdas spritual tabligh ruhiyyah. 

Asmaul Husna menggambarkan sifat-sifat Allah. Ia Maha menyembuhkan. Jangan hanya      belajar menghapal tetapi belajar sifat-sifatNya
- Anak-anak harus cerdas secara fisik jangan malnutrisi, cerdas sosial jangan bergelar tetapi - tidak terdidik, dapat menjawab dan berkompetensi
- Bila berbicara ibadah pada anak jangan seperti sersan mayor bertanya pada prajuritnya.     Sapa hati anak. Sentuh jiwanya.
- Ikat dan kunci dengan Qur’an. Tak boleh memaksa tetapi orang tua harus terus berjuang. Ibroh cerita Rasulullah, ada seorang anak (abu Mahdzurah) mengolok-olok azan. Rasulullah tidak marah berkata “aku ajarkan azan yang baik.” Anak yang bersuara emas itu akhirnya jadi muadzin di kota Mekkah

Al Qur'an pedoman hidup pada setiap zaman

- Apresiasi. Rasulullah melihat anak-anak bermain role playing dagang. Beliau ikut ambil bagian. Selesai membeli beliau mendoakan penjual barakallah fiikum. Anak-anak senang dan mendapat pelajaran nyata tentang penghargaan. Jadi ingat Balqiz (http://37mw.blogspot.com-/2012/12/melihat-lewat-balqiz.html) ia dibimbing bundanya dengan benda nyata bukan mainan. Piring bukan terbuat dari plastik. Ketika mengajarkan membawa piring. Ibu jempol, yang memberikan kepercayaan penuh pada anaknya bisa melakukan dengan baik.
- Selalu berdoa.

Bagaimana dengan anak yang suka menunda sholat?

Katakan tidak ada siaran tunda sholat Jum’at. Sholat wajibpun sebaiknya tepat waktu.

Hari itu acara ditutup dengan door prize dan pembagian hadiah anak-anak yang ikut lomba mewarnai. Ibu dapat Ilmu anak dapat pengalaman lomba. Mudah-mudahan Islamic  Center lekas terwujud.



Nak  (Qowi, Az, Lazua) tatap Ummi, jadi anak- sholeh anak sholeh