12/31/2012

aseanblogger peduli AIDS

JANGAN RAGU MEMELUK ODHA

Tulisan kedua  acara ASEAN BLOGGER PEDULI AIDS DAN DISABILITAS  

Ki-ka: Ajeng, Pak Syaiful W. Harahap, Suksma Ratri, dan dr Bagus


Saat registrasi acara ASEAN BLOGGER PEDULI AIDS DAN DISABILITAS  , aku bertemu dengan Ani Berta dari Emak-Emak Blogger di meja pendaftaraan. Berdiri seorang wanita langsing dan cantik. Ani menyebut sebuah nama Suksma Ratri. Aku memeluk perempuan yang baru aku kenal tersebut seperti biasanya bila kopdaran teman-teman dunia maya.

Kemudian aku berlalu dan mengikuti acara  satu demi satu. Tiba pada saatnya sharing tentang AIDS. Aku seperti kebanyakan orang lain, tak begitu mengerti tentang HIV AIDS.

Dari singkatan saja aku tak hapal. HIV adalah human immunodeficiency virus. HIV merupakan retrovirus (virus yang menggandakan diri dalam sel darah putih manusia) yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia (terutama CD4 positive T-sel dan macrophages– komponen-komponen utama sistem kekebalan sel), dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya. Infeksi virus ini mengakibatkan terjadinya penurunan sistem kekebalan yang terus-menerus, yang akan mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh.


Sistem kekebalan dianggap defisien ketika sistem tersebut tidak dapat lagi menjalankan fungsinya memerangi infeksi dan penyakit- penyakit. Orang yang kekebalan tubuhnya defisien (Immunodeficient) menjadi lebih rentan terhadap berbagai ragam infeksi, yang sebagian besar jarang menjangkiti orang yang tidak mengalami defisiensi kekebalan. Penyakit-penyakit yang berkaitan dengan defisiensi kekebalan yang parah dikenal sebagai “infeksi oportunistik” karena infeksi-infeksi tersebut memanfaatkan sistem kekebalan tubuh yang melemah. Panjang banget kutipannya. Ini aku peroleh dari http://www.-aidsindonesia.or.id/.

 AIDS adalah singkatan dari ‘acquired immunodeficiency syndrome’ dan menggambarkan berbagai gejala dan infeksi yang terkait dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Infeksi HIV telah ditahbiskan sebagai penyebab AIDS. Tingkat HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS. Aku tak mau memakai bahasa sendiri karena takut menyalahi arti.



Menurut Ratri (perempuan yang aku peluk ketika registrasi di sesi terakhir ia bicara di depan forum dan ternyata ia seorang ODHA) dalam wawancaranya dengan nenglita di http://mommiesdaily.com “HIV itu nggak mematikan walaupun belum ada obatnya. Yang bisa mematikan itu sebenernya Infeksi Oportunistik yang sering menyerang orang dengan HIV. Infeksi ini biasanya TB Candidiasis, Meningitis atau Toxoplasmosis. Infeksi-infeksi ini sebenarnya bisa menyerang siapa aja, tapi kalau menyerang pengidap HIV, biasanya situasinya jauh lebih buruk daripada orang lain karena sistem kekebalan tubuh yang menurun drastis.  Infeksi-infeksi ini sifatnya oportunis, jadi mereka memanfaatkan sistem kekebalan tubuh yang rendah untuk memperburuk kondisi pengidap”.

Materi dari dr Bagus
 Session pertama dr Bagus yang mengisi acara. Judul materi yang dibawakannya adalah HIV dan AIDS. Seberapa besar permasalahan HIV dan AIDS di sekitar kita? Menurut laporan Kementerian Kesehatan Triwulan III tahun 2012 jumlah yang terdata hingga September 2012 pengidap HIV 92251 orang. Pada tahun  2011 Indonesia  urutan ke 47 di dunia dan tercepat penyebarannya di Asia Tenggara. 



Laporan Kementerian Kesehatan Triwulan III tahun 2012


Materi dr Bagus
Bila orang-orang yang bersinggungan seperti gambar di atas perlu waspada apabila demam disertai panas tinggi, gatal-gatal, nyeri sendi, dan pembengkakan limpa yang dapat terjadi pada saat seroconversion (pembentukkan antibody akibat HIV yang biasanya terjadi antara enam minggu dan tiga bulan setelah terjadinya infeksi).

Kalau misalnya melakukan hal yang berisiko HIV kemudian langsung test tidak akan terdeteksi karena pembentukan antibodi terbentuk antara 6 minggu dan 12 minggu. Oleh karena itu sebelumnya tidak ada gejala yang tampak setelah terjadi infeksi awal. Terbayangkan bila orang yang terkena infeksi ini kemudian menularkan kepada orang lain.
Materi Pak Syaiful W. Harahap


Hubungan sosial tidak menularkan HIV karena tidak memungkinkan terjadinya pertukaran cairan tubuh yang dapat menularkan. Dr Bagus mengingatkan tak masalah hidup serumah dengan orang penderita HIV, berenang, berjabat tangan, makan bersama, berpelukan, berciuman, Gigitan nyamuk dan serangga lain karena virus AIDS tidak bisa berkembang biak di tubuh serangga tersebut. Hanya bisa berkembang biak pada sel darah putih manusia.

Berbicara pada sesi ke dua adalah Syaiful W. Harahap pemimpin Redaksi Situs “AIDS Watch Indonesia” http://www.aidsindonesia.com. Konsen terhadap masalah AIDS hingga mempunyai dua buku Pers Meliputi AIDS dan Kapan Anda Harus Test HIV.


Wartawan senior ini berbagi pengetahuan kepada para blogger yang hadir pada acara ASEAN Blogger peduli AIDS, terutama bagaimana mengolah tema HIV AIDS.  Banyak paparan yang sangat bermanfaat. Antara lain para blogger  sebagai sosial media yang  juga merupakan bagian dari media massa.  Tujuan dari jurnalisme adalah agent of change dan agent of development memberikan manfaat bagi kehidupan. Tujuan dan manfaat dapat tercapai jika berita:
*   Mengedepankan aspek-aspek kemanusiaan
*   Mengutamakan fakta
*   Tidak menghakimi
*   Keberpihakan kepada objektivitas yang akurat
*   Penyajian yang fair
*   Keberpihakan kepada kebenaran
*   Keberpihakan kepada yang tertindas, yang tidak berdaya
*   Keberpihakan kepada yang terabaikan

Materi pak Syaiful W Harahap



Ketika ingin menulis tentang pasien AIDS (dan semua jenis penyakit ) sebaiknya perhatikan fakta publik seperti inisial nama, umur, jenis kelamin, faktor risiko (media penularan), jenis tes, tes konfirmasi, alamat (hanya nama kota atau kecamatan), jika sudah masa AIDS: gejala yang ada, kematian terkait AIDS: penyakit penyebab kematian.

Berita Para ODHA (orang dengan HIV AIDS) termasuk  bagian dari unsur-unsur layak berita yaitu berkaitan dengan human interest; peristiwa atau kejadian yang terkait dengan kemanusiaan, significance; peristiwa atau kejadian yang terkait dengan harkat kehidupan orang banyak dan magnitude; peristiwa atau kejadian yang terkait dengan jumlah atau angka. Sedangkan unsur berita lainnya adalah timeliness; peristiwa atau kejadian yang terkait  dengan aktualitas, proximity; peristiwa atau kejadian yang terkait dengan kedekatan secara geografis atau psikologis serta prominence; peristiwa atau kejadian yang terkait dengan ketenaran.


Laporan Kementerian Kesehatan Triwulan III tahun 2012

Melihat data tersebut ibu rumah tangga (pasti perempuan) cukup mencengangkan. Selama ini kita berpikir hanya orang-orang yang perilaku berisiko saja yang terkena. Ternyata salah besar. Deg-degan  ya, karena perempuan ibu rumah tangga setiapun dan anak-anak bisa tertular apabila suaminya berperilaku yang rentan terhadap AIDS dan HIV. Seperti Ratri ia seorang ibu rumah tangga dan pekerja yang hanya mempunyai satu laki-laki yaitu suaminya. Karena almarhum suaminya  mantan pengguna nafza suntik dan pernah berbagi jarum suntik  ia terinfeksi HIV. Ketika menikah suami Ratri mengaku negatif. Ternyata??? Syukur Alhamdulillah anaknya negatif. Kini Ratri aktif mengkampanyekan ODHA. 


Materi dr Bagus
  

Laporan Kementerian Kesehatan Triwulan III tahun 2012
Masuk akalkan, suatu saat nanti ibu rumah tangga mempunyai angka yang tinggi dan  otomatis anak yang menyusu padanya akan terinfeksi. Bagaimana kita yang notabene sebagai blogger melindungi mereka seperti tema hari AIDS sedunia  tahun 2012 Lindungi Perempuan dan Anak Dari HIV dan AIDS. Secara langsung sedikit yang bisa dilakukan. Karena kegiatan blogger adalah menulis  tentu saja dengan mengangkat isu-isu AIDS, yang layak diliput dan memenuhi unsur-unsur layak berita dan kelengkapan  berita seperti berita kisah (human interest dengan dukungan indepth reporting).


Perlu digarisbawahi AIDS adalah kondisi bukan penyakit yang terjadi pada seseorang yang sudah tertular HIV. Jadi usaikan memberi stigma membabi buta pada orang dalam kondisi demikian. Tak semua ODHA adalah pelaku berisiko ada dari mereka yang korban. Lindungi mereka dari rasa takut, diskriminasi, stigma. Dorong mereka untuk mudah mengakses pengobatan. Obat untuk HIV AIDS adalah obat antiretroveral (ARV). Kasus yang terdekteksi dan tidak terdeteksi seperti fenomena gunung es. Tak ada jalan lain selain tes HIV (ELISA). Membuka pikiran orang untuk mendeteksi diri dan berobat akan mengurangi angka kematian dan penularan. 

Lagi-lagi mengutip dari Komisi Pemberantasan AIDS (http://www.aidsindonesia.or.id/) sebab saran ini pasti melalui penelitian yang mendalam terhadap perilaku yang terjadi dalam masyarakat. Semoga yang saya lakukan di bawah ini bukan termasuk copy paste yang membabi buta. 

Penularan HIV secara seksual dapat dicegah dengan:
  • berpantang seks
  • hubungan monogami antara pasangan yang tidak terinfeksi
  • seks non-penetratif
  • penggunaan kondom pria atau kondom wanita secara konsisten dan benar
Cara tambahan yang lain untuk menghindari infeksi:
  • Bila anda seorang pengguna narkoba suntikan, selalu gunakan jarum suntik atau semprit baru yang sekali pakai atau jarum yang secara tepat disterilkan sebelum digunakan kembali.
  • Pastikan bahwa darah dan produk darah telah melalui tes HIV dan standar standar keamanan darah dilaksanakan.

Materi dari pak Syaiful W. Harahap

Bila semua unsur masyarakat saling membahu Insya Allah harapan Zero new HIV Infection, Zero Discrimination and Zero HIV Related Deaths pada tahun 2015 bisa terlaksana. Perempuan dan Anak terhindar dari AIDS. Otomatis ini mendorong kaum laki-laki tidak melakukan perilaku beresiko.
Catatanku lebih baik menghindari narkoba dan perilaku seks bebas karena itu dua bagian  peluang AIDS menginfeksi manusia. Hidup dengan iman yang melekat dalam setiap aspek kehidupan itulah kunci permasalahan.

Jadi bagaimana siapkah para blogger jadi Duta AIDS dan ASEAN Blogger Community menjadi pilar terdepan dalam kepedulian terhadap AIDS sekaligus membantu pemerintah dalam pemberantasan AIDS.


Sumber dokumen pribadi, http://goo.gl/XdHXp,  http://goo.gl/f4o4S

Tulisan ini dilombakan yang diselenggarakan oleh ASEAN Blogger yang didukung oleh XL Axiata

Sumber



http://health.okezone.com/read/2012/01/25/482/563352/duh-indonesia-penyebar-hiv-aids-tercepat-asia-tenggara
http://mommiesdaily.com/2010/08/30/suksma-ratri-hiv-does-not-reduce-my-dignity/
http://nyai.co/nyai-di-sekitar-kita-suksma-rat
http://www.aidsindonesia.or.id/
http://www.aidsindonesia.com/
http://www.ciremaipost.com/index.php/kesehatan/kesehatan-pengobatan/568-hivaids-dunia-jepang-urutan-87-indonesia-47-.html
http://www.muslimah.web.id/



12 comments:

  1. mudah2an dg semakin banyaknya info2 spt ini org akan semakin mengerti tth HIV/AIDS ya mbak.. Karena dulu sy pernah kenal dg seorang yang kemudian terkena HIV/AIDS, jujur aja sy takutnya luar biasa.. Gak mau kenal-kenal lagi kalo bisa.. Itu karena saya gak ngerti ttg HIV/AIDS ini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Stigma tentang ODHA berpengaruh dari berita yang muncul. Padahal banyak yang tersembunyi mereka orang baik-baik tidak melakukan perilaku berisiko tetapi terinfeksi. Mereka takut karena banyak orang yang langsung menuding tentang perilaku mereka.

      Delete
  2. Replies
    1. Iya Ahmad, Iman itu benar-benar jawaban ya.

      Delete
  3. wah, tulisannya bagus bgt..smoga menang ya sob...
    :D

    ReplyDelete
  4. Ngeri bener ya Mbak, ibu rumah tangga dan anak-anak sering menjadi korban. Gutjob, Mbak, tulisannya bagus. Semoga menang.

    ReplyDelete
  5. Mba, boleh saya minta email mba suksma ratri, atau email mba admin blog ini? Ada pertanyaan yang bersifat pribadi yg ingin saya tanyakan. Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba saya cari info keteman saya mengenai email mbak Ratri.

      Delete
    2. Sudah dapet mba, saya minta langsung dari blog ma ratri. Terima kasih sebelumnya mba tri sapta

      Delete
    3. Maaf untuk emailnya saya tidak menyimpan. Tadi saya searching ada twitternya @NSPR12. Katanya ia yang membuat akun tersebut. Coba sapa diakun tersebut.

      Delete