11/23/2012

Indonesia Book Fair


IBF dan Nurul F. Huda

           Di gedung yang sama, Gelora bung Karno, sekitar 10 tahun silam, aku berdiri menyimak dengan seksama seorang perempuan dengan semangat menjelaskan isi bukunya. Lamat-lamat ingatan membentuk bayangan seorang gadis dengan jubah  dan jilbab lebar sering duduk di samping saat aku mengulang mata kuliah.
          Nurul F. Huda begitu yang tertulis di novelnya Hati yang Pualam. Zaman kuliah aku tak mengetahui  tulisannya sering  dimuat majalah Ummi dan sering sakit. Rupanya kakak kelasnya ini tak begitu care dengan sekitar. Ingatanku tentang wajah juga lemah. Jadi masih belum konek ketika bertemu di IBF waktu itu.
          5 tahun setelah memasang toga tak pernah bertemu dan berkirim kabar. Tahun 2010,  aku menemukannya di deretan teman alumni Facebook. Beberapakali saling menyapa. Tahun 2011 masih muda untuk  hitungan sebuah umur. Ia pergi. Hik. Belum sempat menggali pengetahuan padanya.

IBF 2012

Launching Novel KKC dan Bulan Terbelah

            Beberapa hari lalu aku merencanakan untuk menghadiri launching buku Fita Cakra dan Wylvera, Kue-kue Cinta. Nasihat Asma Nadia untuk penulis pemula sering-seringlah menghadiri peluncuran sebuah buku. 21 November 2012 alert di HPku mengingatkan.
    Kemaren sudah minta ijin sama Abi, mataku berterimakasih atas ijinnya. Hampir jam 3 langit Jakarta mulai muram,  raga tak memperdulikan karena sudah niat. Badaipun akan ku tempuh. Dua kali mengenakan jas hujan di Kampung kandang dan Blok M karena hujan yang tak merata. Mbonek. Mbok nekat.
         Jam 4 lewat motor menyentuh pelataran parkir. Lengang. Beberapa kali ke Book Fair   Saptu dan Ahad selalu penuh. Bagi yang tak suka berdesak-desakan pilihlah hari selain itu. Baru kali ini aku leluasa berjalan dan mampir setiap booth.
            Sebelum berkeliling aku duduk di stand Penerbitan Pelangi Indonesia, memenuhi udara pikiran dengan buku yang baru lahir, Kue-kue Cinta.  Setting di Indonesia dan Malaysia. Suatu gagasan yang bagus atas prakasa  Bapak Haji Seman dan MRS Wong Mei-Mei untuk menggaet penulis Indonesia dalam penerbitan Malaysia. Percampuran dua budaya dari satu akar.

            Duet Fita dan Wylvera dalam menjawab pertanyaan hadirin cukup kompak sekompak mereka membuat novel tersebut. Dalam waktu 3 minggu mereka merampungkan KKC disemangati suhu mereka di Galeri Kelas  Ajaib pak Benny Rhamdani dan karena sudah berjodoh gaya penulisan gampang saja dipadukan.

Fita dan Wylvera pernah ke Malaysia, suasana sudah terekam sehingga memudahkan dalam menuangkannya dalam KKC.  Penulisan  karakter remaja juga tak terlalu mengalami kesulitan karena anak Wylvera ada yang remaja dan juga penulis. Kalau masalah bahasa walau emak-emak yang menulis tetap nyambung dengan ABG sekarang.
Acara yang dipadu Indah Julianti dengan hangat, hampir 1 jam tak terasa. Kemudian dilanjutkan dengan kelahiran novel Rembulan Terbelah oleh Dian Meliantari  masih bergenre remaja. Novel ini dwilogi. So akhir pertamanya masih menggantung.
Suatu hal membuat aku antusias setiap acara launching adalah bagi-bagi hadiah buku, tentu saja bukan tujuan utama. Kali ini aku mendapat dua buku dari Penerbitan Pelangi Indonesia.

Lengang

Kembali cerita mengeliling stand. Nyaman, itu yang kurasakan karena tak perlu berdesakan dengan pengunjung lain. Namun tentu tak begitu dengan pemilik stand. Sedih ketika penjaga salah satu stand bercerita tak hanya di IBF di hari biasa (bukan Saptu Minggu) di mall demikian juga. Ada beberapa lahan untuk toko buku beralih fungsi menjadi gerai pakaian.
Tak ada data yang pasti kutemukan berapa jumlah pembaca di Indonesia. Namun dilihat dari pengemar kuliner dan fashion dengan harga yang aduhai bisa mengelus dada. Harga buku di IBF 2012 mulai dari Rp 5000. Harga yang cukup terjangkau lebih murah dari harga semangkok bakso. Hasil dari mengkonsumsi buku dapat digunakan dalam jangka lama. Semoga penggemar buku di Indonesia dari tahun ke tahun makin meningkat. Baik buku berbahan kertas ataupun E book. Aamiin.
Oh ya masih keburu berburu buku-buku murah namun berkualitas hingga tanggal 25 November 2012 di Gelora Bung Karno. Acaranya masih banyak:





4 comments:

  1. Book Fair kali ini terpaksa absen. Biasanya tak pernah dilewatkan.
    Wah asyik ya kebaigian buku gratis...

    ReplyDelete
  2. Terimakasih Niken telah mampir. Buku hanya bonus. Tetapi lihat buku lahir dan menyimak proses kreatifnya itu pengalaman yang mahal harganya. Tentu saja aura semangat sipenulis launching buku yang membuat saya ketagihan untuk datang.

    ReplyDelete
  3. Makasih ya, Mbak sudah mampir menerjang badai :))

    ReplyDelete
  4. Sama-sama Fita. Maaf hari Saptu kemaren sudah niat ingin Ke Senayan apa daya ada satu hal. Padahal sudah siap menempuh badai lagi. Semoga tambah berkibar adik guru.

    ReplyDelete