5/20/2016

Kampanye Tupperware #mejamakanpunyacerita

Produk Tupperware Petite Blossom
Anak-anak teman saya yang MAN berkunjung ke rumah, mereka menginap. Sambil makan di meja makan, saya mengajak mengobrol tentang meja makan. Oleh-oleh dari gathering blogger Vivalog bersama Tupperware.

Bukan meja makan seperti apa melainkan cerita tentang suasana dan pendapat remaja-remaja sholeh itu tentang makan bersama. Mereka mengaku jarang bareng makan dengan keluarga karena kesibukan masing-masing. Biasanya mereka makan depan TV sendiri-sendiri.  Paling sering makan saat akhir pekan, makan di rumah ataupun diluar. Sesekali makan malam bersama. Tetapi mereka jujur senang diajak oleh orang tua bila makan bareng. Sukanya obrolan santai. Kalau ada masalah tidak nyaman diceramahi saat makan. Suatu saat kalau sudah dewasa terpisah dari orang tua pasti sangat kangen dengan suasana itu.  Sebelumnya juga ada yang pesantren di Yogya waktu SMP sangat rindu dengan keakraban di meja makan.



Saya sependapat dengan mereka saya berpisah dengan keluarga inti dari kelas 1 SMU. Biasa dari kecil makan sama-sama dengan adik-adik. Sarapan adalah hal yang wajib bagi saya waktu kecil. Saya ingat almarhum adik saya, fotonya menjilat sendok atau saya menegur adik dengan halus bila ia makan dengan membunyikan bibir dan gigi. Kebiasaan di Asia Timur bila makan demikian menandakan kelezatan masakan. Berbeda dengan kultur di rumah, makan kudu tertib. Untuk mengobrol tidak ketat boleh saja. Asal hati-hati agar tidak tersedak.

Rasanya senang bisa mengkampanyekan hal ini pada anak-anak remaja. Suatu hal yang sudah jarang dilakukan oleh keluarga. Khususnya kaum urban di Jakarta dan kota-kota besar. Perjalanan ke tempat kerja yang lama pergi ke tempat aktivitas.

Baiklah bagaimana saya mendapat penyegaran hal ini. Saya datang pada acara gathering blogger yang diselenggarakan oleh vivalog bersama tuppeware Indonesia. Bertempat di South Quarth Jakarta selatan kantor pusatnya Tupperware.  20 Mei 2016 hari bersejarah bagi rakyat Indonesia, Tupperware mengkampanyekan hal baik ini.

Edwin Jonathan, Product Manager Tupperware Indonesia meluncurkan kampanye “Meja Makan Punya Cerita”. Pihak Tupperware mengajak blogger untuk turut serta dalam kampanye ini.  Tentu blogger dengan senang hati berbagi hal baik. Ada pemutaran video, bagi saya cukup mengharukan. Ingat ibu yang jauh dimata di Binuang Kalimantan Selatan. Waktu kecil saya dan keluarga sering makan bersama. Terutama makan pagi karena ibu bekerja. Kalau malam bila ayah saya belum datang, ibu menunggu sampai datang baru mau makan. Kami anak-anaknya duluan makan. Ada aturan yang dipegang ketat oleh beliau, kalau makan meski di meja makan.



Blogger foto bersama Ajeng Raviado Psi dan Rina Sudiana


Ketika saya awal berumah tangga keadaan kami tidak memungkinkan makan di meja makan. Gelaran di lantai. Tidak mengurangi kenikmatan makan. Pernah juga dapat kontrakan agak lumayan besar. Suami saya buat meja sendiri. Namanya bersyukur bagaimanapun keadaan, nikmat saja rasanya hidup. Apalagi saat itu, mengontrak rumah dekat kantor, setiap jam makan siang suami bisa pulang. Saya optimis pasti suatu saat nanti bisa beli meja makan dan punya ruang khusus untuk makan. Bisa melakukan ritual seperti saat kecil makan bersama di meja makan bersama keluarga.Alhamdulillah cita-cita itu tercapai sekarang. 

Beralih pada acara, juga hadir  Rina Sudiana, Product Manager-Marketing Dept Tupperware Indonesia dan Ajeng Raviando. Nama terakhir ini adalah psikolog Anak dan Keluarga. Pada  talk show singkat Ajeng memaparkan betapa pentingnya makan bersama dengan keluarga. Sulit memang mencari waktu duduk bersama bagi kaum urban khususnya Jakarta. Berangkat sangat pagi dan pulang sudah malam. Tidak saja orang tua, anak-anakpun demikian.  Padatnya kegiatan sekolah menyebabkan sore baru sampai rumah. Bila hal itu terjadi bisa siasati dengan makan bersama di akhir pekan.

Manfaat Makan Bersama:
  • Ada ikatan emosi dengan anggota keluarga lain. Semakin kuatnya rasa saling menyayangi dan mendukung antar keluarga.
  • Untuk berkomunikasi yang lebih erat,  hal ini tidak bisa digantikan dengan alat komunikasi. Ada bahasa mata,  ada bahasa tubuh,  yang itu hanya bisa dirasakan saat makan bersama. Semua panca indera bekerja. Membuat kesan mendalam, khusus untuk anak-anak akan terbawa hingga dewasa kelak.
  • penanaman nilai-nilai keluarga
  • pembentukan karakter anak
  • Mampu mengekspresikan pikiran. Meski dalam keluarga tertentu ada aturan tidak boleh berbicara sambil makan. Kan bisa setelah  selesai mengunyah.
  • Lebih hemat, saya pribadi mengusahakan masak pagi sebelum berangkat kerja. Untuk sarapan anak pertama, dan bekal anak bungsu. Dulu ketika anak kedua saya masih SD (sekarang ia di pesantren) kalau sekolah juga membawa bekal.  Mereka sarapan bersama di meja makan. Untuk anak bungsu karena ada program snack time bersama ia  sarapan di sekolah. Di rumah hanya minum susu. Untuk makan malam kadang saya memasak lagi.
  • Di rumah lebih santai dibandingkan makan diluar. He he saya bisa dasteran, ayah anak-anak bisa pakai kaos oblong. Bahasa Ajeng bersantap di rumah lebih santai, ketimbang di ruang publik (restoran).

Bila makan di meja makan tentu menyenangkan bila tertata rapi.. Tatanan meja disajikan dengan produk Tupperware yang baru, yaitu Petite Blossom. Rina Sudiana, tidak fashion saja yang dibuat matching. Meja makan pun bisa. Selain tampilannya (serving untuk penyajian) menarik produk ini  juga reheat, bisa dipakai untuk menghangatkan dalam microwave. Storage, untuk menyimpan dikulkas. Tidak perlu banyak cucian piring. Bisa menghemat waktu.


Paketnya berupa wadah nasi, sup, saus, lauk tanpa kuah. Tidak ketinggalan sendok dan penutup. Bisa menghalangi debu dan serangga. Bentuknya yang kecil pas digunakan untuk sehari-hari. Untuk session ini warna petite blossom hijau, menyegarkan mata. Next time, tidak menutup kemungkinan akan muncul warna lain.

Setelah beberapa hari acara, saya mendapat inspirasi dari penataan meja makan. Makan malam kami sedikit berbeda. Meski meja makan masih edisi lama (kode keras minta diganti), atasnya saya lapis dengan hpl (High Pressure Laminate) putih. Anak bungsu saya yang biasanya memilih makan depan TV kalau sendirian. Senang sekali. Katanya ia lebih senang makan bersama daripada sendiri. Saya meminta ia menilai tatanan sederhana meja makan. Nilainya billion, jawabnya tertawa. Kata saya score 1-10. Jawabannya cukup mengagetkan karena ia sering masih plos kalau bicara. 10 (sepuluh). Indahnya makan bersama. Hmmm bahagia berawal dari rumah ( quote Tupperware).










4/09/2016

Acara Screening The Lion Guard Disney

Anak-anak dan para orang tua pasti sudah banyak yang tahu film The Lion King. Sekarang ada lanjutannya yaitu The Lion Guard Return of the Roar. Sudah tayang di Disney 20 Maret 2016 pukul 10.00 di Disney Channel Southeast Asia. Film ini menceritakan Kion (pengisi suara Max Charles) anak kedua dari Samba dan Nala. Ia pemimpin The Lion Guard, sekelompok binatang yang menjaga The Pride Lands.






Film dikembangkan oleh Ford Riley, sebagai executive producer,  menjadi serial telivisi The Lion Guard. Sutradara Howy Parkins (sutradara Jake and Never Land Pirates). Pertama tayang tanggal 17 April 2016 di Disney Channel. Saya menonton dua serial di acara screeningnya bertempat di Lewis and Carrol hari Saptu 9 April 2016. Lazua, anak saya menyimak dengan anak-anak lainnya. Cerita simple. Ada masalah kemudian si Kion bersama timnya memecahkan masalah. Contoh ada sekelompok buaya menguasai sungai dengan beraninya Kion bicara akhirnya para buaya mau beralih tempat. Sungai itu akhirnya  ditempati kembali para kuda nil. 

Tokohnya adalah Bunga seekor luwak madu pemberani (pengisi suara Joshua Rush), Ono si burung kuntul kerbau yang pandai dan mempunyai penglihatan yang tajam (Atticus Shaffer); cheetah percaya diri bernama Fuli (Diamond White); dan terakhir kuda nil baik hati dan bersahabat si Besthe (Dusan Brown). Berbeda dengan tradisi anggota The Lion King, kawanan singa yang paling berani. Dalam The Lion Guard baik film maupun serialnya Kion bersama teman yang berbeda jenis mampu menghadapi tantangan dalam petualangan. Semua itu mereka lakukan untuk menjaga keseimbangan  jaring-jaring kehidupan. Mengetahui nama dan  para tokoh The Lion Guard membuat saya  'nyambung' sama Lazua. Mengenal kelebihan tokoh jadi nilai plus sebagai pembelajaran baginya. 

Dalam rangka peluncuran film dan seri ini ada Show Us Your Roar di Disney Channel Asia Facebook (http://facebook.com/DisneyChannelAsia). Tidak masalah meraung  besar atau kecil tetap akan ditayangkan di Disney Channel selama pemutaran perdana "The Lion Guard: Return of The Roar.

Pada  screening serial, Disney mempercayakan pada  Pulse Communications. Selain menonton film anak-anak diajak mewarnai. Hadiahnya mendapat boneka karakter Kion dan Bunga. Lazua tidak mendapat hadiah boneka tetap senang karena semua anak mendapatkan piring dan tumbler keren asli Disney.

Acara hari ini membuat saya kangen sama Disney chanel. Saat anak masih kecil-kecil sering menemani  menonton. Ikut lompat-lompat dan menyanyi.  Sekarang jarang, kadang-kadang saja  kalau ada film seperti Frozen, Lazua kadang mengajak menonton bareng. Ya...masa kecil anak-anak tidak akan kembali, mumpung mereka masih kecil sering-seringlah ngublek/ngumpul.